
TULUNGAGUNG, (KUBUS.ID) – Operasi pencarian Nurkolis, warga Desa Srikaton, Kecamatan Ngantru, Kabupaten Tulungagung, yang diduga tenggelam di Sungai Brantas, resmi dihentikan pada Jumat (10/7/2026). Penghentian dilakukan atas permintaan keluarga meski proses pencarian belum genap berlangsung selama sepekan.
Komandan Tim Operasi SAR Basarnas Trenggalek, Ahmad Taufik, mengatakan keputusan tersebut disampaikan pihak keluarga usai apel pagi Tim SAR gabungan.
“Setelah apel pagi, keluarga mengajukan penghentian pencarian kepada Tim SAR gabungan dengan berbagai alasan,” ujar Taufik saat dikonfirmasi Gatekeeper Radio ANDIKA.
Saat ditanya mengenai alasan yang mendasari permintaan tersebut, Taufik enggan memberikan penjelasan lebih lanjut. Menurutnya, hal tersebut menjadi kewenangan pihak kepolisian untuk menyampaikan.
Sebelum operasi resmi dihentikan, Tim SAR gabungan masih melanjutkan pencarian hingga menjelang waktu Salat Jumat. Penyisiran dilakukan di aliran Sungai Brantas dengan radius pencarian diperluas hingga kawasan Jembatan Semampir, Kota Kediri. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil dan korban belum ditemukan.
Meski operasi SAR resmi ditutup, Taufik menegaskan penghentian pencarian bukan berarti proses pencarian berakhir sepenuhnya. Basarnas siap membuka kembali operasi apabila terdapat laporan yang memastikan korban benar-benar tenggelam atau ditemukan petunjuk baru terkait keberadaan Nurkolis.
“Kami akan memulai kembali operasi pencarian apabila ada laporan yang memastikan korban tenggelam,” tegasnya.
Sebelumnya, Nurkolis dilaporkan diduga tenggelam di Sungai Brantas dan pencariannya melibatkan Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, relawan, serta unsur terkait lainnya. Selama beberapa hari pencarian, petugas telah melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai, namun korban belum berhasil ditemukan. (nhd/far)































