Beranda Jawa Timur Bupati Kediri Dinilai Berhasil Bangun Arah Pendidikan Anak Keluarga Prasejahtera

Bupati Kediri Dinilai Berhasil Bangun Arah Pendidikan Anak Keluarga Prasejahtera

4

KEDIRI-KUBUS.ID – Komitmen Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana dalam memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu mendapat apresiasi dari pemerintah pusat. Upaya tersebut dinilai berhasil membuka peluang pendidikan yang lebih baik sekaligus menjadi model yang layak diterapkan di daerah lain.

Apresiasi tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial Republik Indonesia, Robben Rico, saat menghadiri acara wisuda angkatan pertama SMA Dharma Wanita 1 Pare Boarding School di Convention Hall Simpang Lima Gumul, Minggu (14/6).

Menurut Robben, Bupati Kediri yang akrab disapa Mas Dhito berhasil menyusun arah kebijakan pendidikan yang jelas bagi anak-anak dari keluarga Desil 1 atau kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan terendah.

“Atas nama pemerintah pusat, kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih. Mas Dhito merupakan sosok pemimpin muda yang mampu menghadirkan solusi nyata melalui sektor pendidikan,” ujar Robben Rico.

Ia menjelaskan, persoalan anak tidak sekolah, putus sekolah, maupun rentan putus sekolah masih menjadi tantangan di Jawa Timur. Karena itu, langkah yang dilakukan Mas Dhito melalui pengembangan SMA Dharma Wanita 1 Pare Boarding School dinilai sebagai terobosan yang mampu menjawab persoalan tersebut.

Berkolaborasi dengan Putera Sampoerna Foundation (PSF), Pemerintah Kabupaten Kediri mengembangkan SMA Dharma Wanita 1 Pare menjadi sekolah berasrama yang diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Setelah berjalan selama tiga tahun, program tersebut berhasil meluluskan 126 siswa angkatan pertama dengan capaian akademik yang membanggakan.

Robben mengungkapkan, prestasi para siswa menjadi bukti bahwa anak-anak dari keluarga Desil 1 memiliki kesempatan yang sama untuk meraih pendidikan tinggi apabila memperoleh dukungan dan fasilitas yang memadai.

“Saya cukup terkesan dengan hasil yang dicapai. SMA Dharma Wanita 1 Pare kini menjadi sekolah dengan jumlah lulusan terbanyak yang diterima di perguruan tinggi di Kabupaten Kediri,” ungkapnya.

Data menunjukkan, dari 56 siswa yang mengikuti Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), sebanyak 41 siswa atau 73,21 persen berhasil lolos ke Perguruan Tinggi Negeri. Sementara secara keseluruhan, 101 dari 126 lulusan diterima di perguruan tinggi negeri maupun swasta.

Tak hanya fokus pada pengembangan SMA Dharma Wanita 1 Pare, kepemimpinan Mas Dhito juga ditandai dengan dukungan terhadap program Sekolah Rakyat (SR). Pemerintah Kabupaten Kediri telah menghibahkan lahan seluas 7,6 hektare di Desa Plosokidul, Kecamatan Plosoklaten, untuk pembangunan sekolah tersebut.

Keberadaan Sekolah Rakyat nantinya diharapkan semakin memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem di Kabupaten Kediri. Robben berharap keberhasilan yang dicapai SMA Dharma Wanita 1 Pare dapat menjadi inspirasi bagi pengembangan Sekolah Rakyat ke depan.

“Konsep dan keberhasilan pendidikan seperti ini yang ingin kami adopsi dalam pengembangan Sekolah Rakyat,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menyampaikan rasa bangga atas pencapaian para siswa yang berhasil menembus perguruan tinggi. Menurutnya, keberhasilan tersebut membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang untuk meraih masa depan yang lebih baik.

Mas Dhito menegaskan komitmennya untuk menjaga keberlangsungan SMA Dharma Wanita 1 Pare Boarding School sebagai sekolah yang secara khusus diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga Desil 1.

“Sekolah ini harus tetap menjadi wadah bagi anak-anak dari keluarga Desil 1. Tujuannya adalah memberikan kesempatan yang sama agar mereka bisa meraih pendidikan terbaik dan meningkatkan taraf hidup keluarganya,” tegas Mas Dhito.

Melalui berbagai program pendidikan yang dijalankan, Pemerintah Kabupaten Kediri di bawah kepemimpinan Mas Dhito terus menunjukkan komitmennya dalam menciptakan sumber daya manusia unggul sekaligus memutus rantai kemiskinan melalui jalur pendidikan.(atc/ikj)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini