Beranda Kediri Raya Nilai Tukar Rupiah Tertekan, Begini Strategi Jennati Tour and Travel Kediri Jaga...

Nilai Tukar Rupiah Tertekan, Begini Strategi Jennati Tour and Travel Kediri Jaga Kepercayaan Jemaah

0
Masjidil Haram di Makkah, Arab Saudi. (Foto: ANTARA FOTO)
Masjidil Haram di Makkah, Arab Saudi. (Foto: ANTARA FOTO)

KEDIRI (KUBUS.ID) – Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dan riyal Arab Saudi memberikan dampak signifikan bagi sektor bisnis biro perjalanan umrah dan haji di dalam negeri. Mengingat sebagian besar komponen biaya operasional menggunakan mata uang asing, para pelaku usaha dituntut memutar otak agar tetap dapat memberangkatkan jemaah tanpa mengorbankan kualitas pelayanan.

Pemilik (Owner) Jennati Tour and Travel Kediri, Zaki Zamani, menjelaskan bahwa fluktuasi kurs ini langsung memengaruhi komponen biaya utama, terutama tiket pesawat yang porsinya mencapai 60 hingga 65 persen dari total biaya paket. Selain minyak dunia yang dihargai dengan dolar, akomodasi seperti hotel dan transportasi darat di Arab Saudi juga mengalami penyesuaian harga akibat pelemahan rupiah.

“Ketika tiket pesawatnya naik, otomatis biaya paket kan semakin naik. Kemudian hotelnya, kemudian kendaraan di sana kan dengan kurs asing dan melemah. Dan ini tidak hanya terhadap dolar, jadi dengan riyal Arab Saudi kita juga melemah,” ujar Zaki saat diwawancarai Radio ANDIKA.

Menurut Zaki, biaya paket umrah reguler dari tahun ke tahun sebenarnya relatif stabil di kisaran 1.900 hingga 2.000 dolar AS. Namun, karena regulasi pemerintah mewajibkan transaksi di dalam negeri menggunakan mata uang rupiah, pergeseran nilai kurs membuat harga paket terkesan melonjak tajam bagi masyarakat. Sebagai gambaran, paket yang dahulu setara Rp18 juta hingga Rp20 juta saat kurs dolar masih di angka Rp9.000 hingga Rp10.000, kini nilainya dapat menyentuh Rp36 juta ketika kurs mendekati angka Rp18.000.

Menghadapi lonjakan biaya yang mencapai angka sekitar Rp6 juta per jemaah akibat kebijakan maskapai, Jennati Tour and Travel menerapkan langkah transparansi dan tanggung jawab penuh. Untuk pemberangkatan terdekat pada tanggal 2 Juli, pihak manajemen memilih membuka data surat resmi dari maskapai dan memberikan beberapa opsi alternatif secara terbuka kepada calon jemaah.

“Kita sampaikan pada jemaah secara terbuka. Kalau memang mau lanjut, ayo. Kalau mau mundur, kita kembalikan full. Karena kami mengerti bahwa itu hal yang tidak ringan buat jemaah, penambahan yang besar gitu,” kata Zaki.

Bagi jemaah yang keberatan dengan skema biaya awal, Jennati menyediakan opsi pengalihan jadwal (reschedule) rute penerbangan transit, seperti rute Surabaya-Singapura-Jeddah, yang mampu memangkas biaya tambahan menjadi hanya sekitar Rp2 juta hingga Rp3 juta saja.

Berdasarkan data perusahaan, mayoritas jemaah lebih memilih opsi alternatif rute transit tersebut demi kelancaran ibadah mereka. Sementara bagi jemaah yang memutuskan untuk membatalkan keberangkatan, pihak Jennati memastikan pengembalian dana dilakukan 100 persen tanpa potongan sepeser pun.

Di tengah situasi ekonomi yang fluktuatif ini, Zaki juga mengimbau masyarakat yang berencana melaksanakan ibadah umrah untuk melakukan persiapan matang, salah satunya dengan memanfaatkan tabungan berbasis mata uang asing (USD) di bank agar nilai aset tidak tergerus oleh inflasi kurs. Selain itu, masyarakat diharapkan lebih selektif dalam memilih agen travel dan menyesuaikan paket ibadah dengan kebutuhan serta waktu luang yang dimiliki. (nhd)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini