Kediri, (KUBUS.ID) – Pemerintah Kabupaten Kediri terus memperkuat sektor pertanian melalui berbagai program bantuan bagi petani. Setelah menyalurkan 200 ton benih jagung kepada 683 kelompok tani (poktan) yang tersebar di 26 kecamatan, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana juga menyiapkan tambahan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) yang akan didistribusikan pada bulan Juli.
Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menegaskan, bantuan yang diberikan pemerintah tidak berhenti pada penyaluran benih jagung saja. Pemerintah Kabupaten Kediri masih memiliki program lanjutan berupa bantuan alsintan yang akan disalurkan secara bertahap kepada kelompok tani yang belum menerima bantuan sebelumnya.
“Tahun ini kita sudah memberikan bantuan sebanyak 57 unit alsintan, mulai dari traktor roda empat, transplanter, hingga berbagai alat pertanian lainnya. Masih ada bantuan lagi yang akan kita distribusikan pada bulan Juli. Penyalurannya dilakukan secara bertahap agar tidak terjadi pemberian ganda kepada kelompok tani yang sama,” ujar Bupati.
Menurut bupati, bantuan benih menjadi salah satu upaya pemerintah untuk menekan biaya produksi petani. Selama ini, petani kerap menghadapi kendala saat memasuki musim tanam, terutama terkait ketersediaan benih dan pupuk.
“Biasanya petani mengalami kesulitan mendapatkan pupuk maupun benih saat musim tanam. Melalui bantuan ini, kami ingin mengurangi beban mereka sehingga biaya produksi dapat ditekan dan keuntungan petani semakin meningkat,” katanya.
Selain persoalan benih, Pemkab Kediri juga mulai mengantisipasi tantangan musim kemarau yang diprediksi berlangsung lebih panjang. Ketersediaan air diperkirakan menjadi salah satu persoalan utama yang akan dihadapi petani, sehingga pemerintah telah menyiapkan langkah-langkah penanganan agar kebutuhan irigasi tetap terpenuhi.
Di sisi lain, pemerintah juga memberikan perhatian terhadap stabilitas harga hasil panen. Untuk komoditas jagung, harga pembelian telah ditetapkan sebesar Rp5.500 per kilogram melalui Bulog sehingga diharapkan mampu memberikan kepastian bagi petani.
“Sementara untuk komoditas lainnya seperti cabai akan terus kami pikirkan skema terbaiknya. Untuk padi sudah ada kepastian penyerapan, sedangkan komoditas tebu terus kami dorong melalui program bongkar ratoon guna mendukung swasembada gula,” jelasnya.
Bupati menambahkan, Kabupaten Kediri saat ini menjadi salah satu daerah yang berkontribusi besar terhadap program swasembada gula nasional dan masuk dalam tiga besar daerah penghasil gula di Indonesia. Tidak hanya mengejar peningkatan produksi, Pemkab Kediri juga terus mendorong pengembangan pertanian organik. Setiap tahun luas lahan pertanian organik terus bertambah karena dinilai memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi dibandingkan pertanian yang masih bergantung pada pupuk kimia.
“Pertanian organik bukan hanya soal meningkatkan hasil produksi, tetapi juga meningkatkan nilai jual. Produk organik memiliki harga yang jauh lebih tinggi sehingga diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani,” pungkasnya.(atc)































