Beranda Kediri Raya Kuota Sekolah Rakyat Kota Kediri Belum Terpenuhi, Dinsos Perpanjang Penjangkauan Calon Siswa

Kuota Sekolah Rakyat Kota Kediri Belum Terpenuhi, Dinsos Perpanjang Penjangkauan Calon Siswa

30
Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati saat meninjau pembangunan Sekolah Rakyat Kota Kediri, Senin (25/5) lalu. (Redaksi)

Kediri (KUBUS.ID) – Dinas Sosial Kota Kediri masih membuka kesempatan bagi calon siswa Sekolah Rakyat yang belum melengkapi persyaratan administrasi. Langkah ini dilakukan karena jumlah peserta yang terjaring masih belum memenuhi kuota yang ditetapkan.

Kepala Dinas Sosial Kota Kediri, Imam Mutaqin, mengatakan hingga akhir pendataan pada 30 Juni 2026, baru 184 calon siswa yang menyatakan minat mengikuti Sekolah Rakyat. Jumlah tersebut masih jauh dari target 270 siswa.

“Kuota kurang lebih 270 calon siswa yang ditargetkan, saat ini baru tercapai kurang lebih 184 calon siswa yang sudah menyatakan minat,” kata Imam Mutaqin saat wawancara di Radio ANDIKA.

Menurut Imam, perpanjangan yang dilakukan bukan membuka pendaftaran baru secara umum. Dinsos hanya memberikan waktu tambahan bagi calon siswa yang sebelumnya telah dijangkau, tetapi belum melengkapi dokumen administrasi.

“Kami memberi kesempatan kepada calon siswa yang kemarin sudah dilakukan penjangkauan tetapi masih belum lengkap persyaratan administrasinya. Kita berikan waktu hingga hari ini,” ujarnya.

Imam menjelaskan, proses penjangkauan berbeda dengan sistem pendaftaran pada umumnya. Petugas Dinsos bersama tim mendatangi langsung calon siswa yang dinilai memenuhi kriteria, baik di rumah maupun lokasi lain berdasarkan informasi yang diterima.

“Kalau pendaftaran biasanya masyarakat datang ke tempat pendaftaran. Kalau Sekolah Rakyat, justru kami yang datang menjangkau calon siswa,” katanya.

Sekolah rakyat kota kediri

Ia menyebut sejumlah kendala yang menyebabkan proses administrasi belum rampung, di antaranya dokumen dari sekolah asal yang belum lengkap, persoalan identitas kependudukan, hingga data kesejahteraan yang masih memerlukan penyesuaian.

“Ada yang terkendala dari sekolah asal, ada juga dari persyaratan identitas. Bahkan ada yang data desil kesejahteraannya belum terdeteksi sehingga masih kami bantu prosesnya,” jelas Imam.

Meski kuota belum terpenuhi, Imam memastikan kegiatan belajar mengajar tetap akan berjalan sesuai jadwal yang ditetapkan pemerintah.

Berdasarkan hasil koordinasi dengan Kementerian Sosial, mobilisasi calon siswa menuju Sekolah Rakyat dijadwalkan mulai 13 Juli 2026. Selanjutnya, Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) direncanakan dibuka secara resmi sekitar 14 atau 15 Juli 2026.

“Kalau untuk kegiatan MPLS, insyaallah sudah hampir 100 persen siap. Memang secara keseluruhan bangunan belum selesai sepenuhnya, tetapi fasilitas yang digunakan untuk MPLS sudah siap difungsikan,” pungkasnya. (nhd)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini