Beranda Jawa Timur Kota Kediri Alami Deflasi 0,14 Persen, Cabai Rawit Jadi Penyumbang Utama

Kota Kediri Alami Deflasi 0,14 Persen, Cabai Rawit Jadi Penyumbang Utama

745

(KUBUS.ID) – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kediri mencatat Kota Kediri mengalami deflasi sebesar 0,14 persen secara month-to-month (m-to-m) pada Juli 2026. Sementara itu, tingkat inflasi secara year-on-year (y-on-y) tercatat sebesar 2,64 persen yang disampaikan dalam Pers Rilis Berita Resmi Statistik (BRS).

Kepala BPS Kota Kediri, Emil Wahyudiono, menjelaskan bahwa deflasi bulanan tersebut dipengaruhi oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang memberikan andil deflasi sebesar 0,27 persen. Adapun komoditas yang menjadi penyumbang utama deflasi m-to-m adalah cabai rawit dengan andil sebesar -0,15 persen.

Selain cabai rawit, sejumlah komoditas lain yang turut mendorong deflasi pada Juli 2026 antara lain bawang merah dengan andil -0,09 persen, emas perhiasan -0,08 persen, cabai merah -0,06 persen, telur ayam ras -0,04 persen, tomat -0,03 persen, daging ayam ras -0,02 persen, serta jagung manis -0,01 persen.

Meski demikian, terdapat sejumlah komoditas yang menahan laju deflasi, di mana bensin menjadi penyumbang terbesar dengan andil inflasi sebesar 0,08 persen. Angka tersebut diikuti oleh bawang putih 0,04 persen, daging sapi 0,03 persen, tarif Sekolah Menengah Atas (SMA) 0,03 persen, beras 0,03 persen, ayam goreng 0,03 persen, terong 0,02 persen, minyak goreng 0,02 persen, ketimun 0,02 persen, serta tarif Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebesar 0,01 persen.

Sementara secara tahunan (y-on-y), inflasi Kota Kediri pada Juli 2026 tercatat sebesar 2,64 persen dengan kelompok transportasi sebagai penyumbang inflasi terbesar yang memiliki andil 0,77 persen. Adapun komoditas yang memberikan andil inflasi terbesar secara tahunan adalah bensin dengan andil sebesar 0,30 persen.

BPS Kota Kediri turut mengingatkan sejumlah faktor yang perlu diwaspadai pada Agustus 2026, di antaranya menjaga ketersediaan komoditas telur ayam ras, daging ayam ras, serta pangan lainnya yang berpotensi terdampak kondisi cuaca.
Faktor lain seperti peningkatan permintaan saat HUT Kemerdekaan RI, penyesuaian tarif BBM non-subsidi, dinamika geopolitik global, serta penyesuaian tarif pendidikan di awal tahun ajaran baru juga perlu mendapat perhatian khusus.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bagian Administrasi Perekonomian sekaligus Sekretaris Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Kediri, Bambang Tri Lasmono, menyampaikan bahwa TPID telah melaksanakan Gerakan Pangan Murah (GPM) pada tanggal 20 s.d. 24 Juli di sejumlah lokasi strategis guna menstabilkan harga bahan pokok. Guna menghadapi Agustus yang bertepatan dengan momentum hari Kemerdekaan RI dan Maulid Nabi Muhammad SAW, pihaknya telah menyiapkan langkah strategis lanjutan. “Kami akan rutin menggelar pemantauan harga komoditas pangan di pasar secara kontinyu sebagai peringatan awal guna mendeteksi fluktuasi harga. Di samping itu juga masyarakat kami imbau agar tidak panic buying dan berbelanja secara bijak, karena Pemerintah terus berusaha menjaga ketersediaan pasokan komoditas serta kestabilan harga di berbagai sektor agar roda perekonomian di Kota Kediri tetap berjalan,” pungkasnya.(sof)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini