KEDIRI, (KUBUS.ID) – Pemerintah Kabupaten Kediri terus memperkuat modernisasi sektor pertanian melalui pemanfaatan alat dan mesin pertanian (alsintan) serta teknologi berbasis digital. Upaya ini tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi kerja petani, tetapi juga menjadi strategi Pemkab Kediri dalam mendorong regenerasi petani dengan membuka ruang lebih besar bagi generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian.
Langkah tersebut dinilai penting mengingat sektor pertanian memiliki potensi besar dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus perekonomian masyarakat Kabupaten Kediri. Dalam mendukung program swasembada pangan yang menjadi prioritas pemerintah pusat, Kabupaten Kediri memiliki target luas tanam padi sekitar 53 ribu hektare, jagung 56 ribu hektare, dan kedelai sekitar 22 ribu hektare.
Plt Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kediri, Sukadi, mengatakan besarnya potensi tersebut perlu diimbangi dengan dukungan sarana dan teknologi agar petani mampu meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraannya.
“Jadi Kediri ini punya potensi sumber daya yang besar. Sehingga kami dari pemerintah mendorong bagaimana kita bisa memfasilitasi petani menuju program prioritas pemerintah pusat maupun Kabupaten Kediri sendiri,” ujar Sukadi.
Menurutnya, modernisasi pertanian menjadi salah satu langkah strategis Pemkab Kediri untuk menjawab berbagai tantangan yang dihadapi petani. Sejak 2025 hingga berlanjut pada 2026, Pemkab Kediri membangun kolaborasi dengan pemerintah pusat maupun Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk memperkuat dukungan alsintan dan teknologi pertanian.
“Pada intinya, bagaimana kita memodernisasi pertanian dalam rangka meningkatkan kesejahteraan petani,” jelasnya.
Selain meningkatkan efisiensi, modernisasi pertanian juga dipandang sebagai salah satu solusi untuk mendorong regenerasi petani. Sukadi mengakui, saat ini sebagian petani di Kabupaten Kediri masih didominasi kelompok usia lanjut. Sementara itu, keterlibatan generasi muda di sektor pertanian masih perlu terus ditingkatkan.
Karena itu, penggunaan teknologi diharapkan mampu mengubah pandangan generasi muda terhadap profesi petani. Pertanian tidak lagi identik dengan pekerjaan yang membutuhkan tenaga fisik besar, melainkan dapat dilakukan dengan dukungan mesin dan teknologi yang lebih modern.
“Kita akui di Kabupaten Kediri ini petaninya banyak yang sudah tua, anak muda sedikit yang mau bertani. Oleh sebab itu, dengan alat-alat mesin pertanian ini bagaimana kita mendorong anak-anak muda supaya mereka juga mau menjadi petani,” ungkap Sukadi.
Pemanfaatan alsintan juga memberikan solusi terhadap persoalan keterbatasan tenaga kerja, terutama saat memasuki musim panen. Mesin panen dapat membantu mempercepat proses pengerjaan lahan sehingga petani tidak sepenuhnya bergantung pada tenaga manual.
“Kalau menanam padi, ada keluhan masyarakat karena sulit mencari tenaga kerja. Nah, ini dibantu dengan alat mesin panen. Dalam satu hari bisa menyelesaikan berapa hektare, sehingga lebih efektif,” katanya.
Tidak hanya mesin panen, Pemkab Kediri juga terus memperluas pemanfaatan drone untuk mendukung kegiatan pertanian. Teknologi tersebut dinilai mampu meningkatkan efektivitas pekerjaan, khususnya pada lahan pertanian dengan cakupan yang luas.
Satu unit drone dapat digunakan untuk menangani sekitar tujuh hektare lahan dalam sehari. Tahun 2026 menjadi tahun keempat bagi Pemkab Kediri dalam memasukkan drone sebagai salah satu bagian dari dukungan teknologi pertanian, dengan target operasional mencapai 25 unit.
“Ini kami mengantisipasi kalau Kabupaten Kediri ada luasan lahan yang cukup besar. Satu drone sehari bisa menyelesaikan tujuh hektare, sehingga akan lebih efektif,” terang Sukadi.
Menurutnya, penerapan teknologi tersebut tetap membutuhkan kesiapan sumber daya manusia. Karena itu, Pemkab Kediri turut menyiapkan operator yang memiliki kemampuan dalam mengoperasikan drone pertanian agar pemanfaatannya dapat berjalan maksimal.
Pemkab Kediri juga terus menggali kebutuhan petani di lapangan sehingga bantuan dan penerapan teknologi dapat diberikan secara tepat sasaran.
Melalui modernisasi pertanian tersebut, Pemkab Kediri berharap sektor pertanian semakin produktif, efisien dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Di sisi lain, penggunaan alsintan dan teknologi pertanian diharapkan mampu menciptakan citra baru sektor pertanian yang lebih modern sehingga semakin menarik minat generasi muda untuk menjadi petani.
Dengan demikian, modernisasi pertanian tidak hanya menjadi upaya meningkatkan hasil produksi pangan, tetapi juga menjadi investasi Pemkab Kediri untuk memastikan keberlanjutan sektor pertanian melalui hadirnya generasi petani muda.(atc/stm)






























