TRENGGALEK (KUBUS.ID) – Empat pelajar SMP Negeri 4 Trenggalek sempat terjebak di kawasan hutan Gunung Orak-Arik, Desa Karangsoko, Kecamatan Trenggalek, Kabupaten Trenggalek, saat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi pada Sabtu (8/8/2026). Mereka berhasil dievakuasi personel Polres Trenggalek bersama tim gabungan setelah tali yang menjadi akses naik-turun di lokasi putus.
Keempat pelajar tersebut tidak bisa segera turun dari kawasan hutan. Di saat yang sama, asap tebal dan kobaran api masih terlihat di sejumlah titik yang sedang dalam proses pemadaman.
Kasihumas Polres Trenggalek AKP Katik mengatakan, petugas langsung bergerak setelah menerima informasi adanya pelajar yang terjebak di kawasan Gunung Orak-Arik.
“Setelah menerima informasi dari warga, kita langsung koordinasikan dengan semua stakeholder dan lanjut bergerak ke lokasi untuk melakukan evakuasi adik-adik kita yang terjebak saat pendakian,” kata AKP Katik kepada Radio ANDIKA, Senin (10/8/2026).
Menurutnya, proses evakuasi dilakukan dengan hati-hati karena medan menuju lokasi cukup curam. Kondisi tersebut semakin berisiko karena sejumlah titik api masih menyala dan merembet di kawasan hutan.
Petugas kemudian menggunakan tali untuk mengevakuasi keempat pelajar tersebut ke lokasi yang lebih aman. Setelah berhasil dievakuasi, mereka mendapat pertolongan dan pemeriksaan kesehatan.
Petugas juga menghubungi keluarga masing-masing pelajar dan selanjutnya mengantarkan mereka hingga ke rumah.
Di sisi lain, tim gabungan masih melakukan pemadaman dan pelokalisiran api di kawasan Gunung Orak-Arik. Kebakaran diketahui sekitar pukul 13.30 WIB dan membakar lahan di Petak 114 A dengan luas baku 42,3 hektare.
Pemadaman melibatkan personel Satsamapta, TNI, BPBD, Perhutani, dan Dinas Kehutanan. Kondisi medan yang berbukit, api yang cukup besar, serta keterbatasan peralatan menjadi sejumlah kendala dalam proses penanganan.
Api akhirnya berhasil dikendalikan sekitar pukul 17.30 WIB. Petugas tetap melakukan pemantauan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala.
AKP Katik mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau. Warga diminta tidak membakar sampah sembarangan atau membuang puntung rokok yang masih menyala. (nhd)































