Beranda Kediri Raya Kisah Suhadi: Dihantam PHK, Jadi Tukang Becak, Kini Didaulat Bacakan UUD 1945

Kisah Suhadi: Dihantam PHK, Jadi Tukang Becak, Kini Didaulat Bacakan UUD 1945

1092
Suhadi berlatih membaca teks Pembukaan UUD 1945 di Andika Media (Foto: Redaksi)

KEDIRI, KUBUS.ID – Peluh dan terik terik matahari di kawasan Stasiun Kediri sudah menjadi sahabat karib Suhadi selama lima tahun terakhir. Namun, 17 Agustus 2026 lusa, rutinitas mengayuh pedal itu akan sejenak ia tinggalkan. Pria 54 tahun asal Desa Puhrubuh, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri, itu didaulat mengemban tugas kehormatan: menjadi pembaca teks Pembukaan UUD 1945 dalam gelaran Kami Juga Upacara yang diinisiasi oleh ANDIKA Media.

Di balik penampilannya yang bersahaja, Suhadi menyimpan kisah perjuangan hidup yang tak kalah patriotik. Pendidikan formalnya memang hanya sampai bangku SMP. Nasib pun sempat membawanya merasakan pahitnya pemutusan hubungan kerja. Sebelumnya, ia adalah buruh pabrik seng dan baja di Surabaya. Hantaman efisiensi perusahaan memaksanya pulang kampung dan banting setir menjadi tukang becak.

Namun, kerasnya aspal jalanan tak membuat Suhadi patah arang. Ketekunannya mangkal mencari penumpang berbuah manis di ranah keluarga. Didampingi sang istri yang setia sebagai ibu rumah tangga, bapak dua anak ini sukses mengantarkan buah hatinya pada kemandirian. Anak pertamanya kini telah mandiri dan berkeluarga, sementara anak keduanya berhasil bekerja di Puskesmas Grogol.

Kini, pria paruh baya itu tengah menyiapkan mental untuk momen bersejarah dalam hidupnya. Berdiri tegap menatap merah putih sembari membacakan naskah konstitusi tentu menghadirkan sensasi yang jauh berbeda dibandingkan menunggu penumpang di stasiun.

Suhadi tak menampik ada perasaan campur aduk yang kini tengah ia rasakan jelang hari H. Meski begitu, antusiasmenya jauh lebih besar. ”Pasti ada rasa sedikit grogi. Tapi saya sangat bangga dan senang luar biasa bisa ikut jadi petugas upacara,” ungkap Suhadi.

Dari kerasnya jalanan dan peluh di stasiun, Suhadi membuktikan bahwa panggung kemerdekaan sejatinya adalah milik siapa saja.(adr)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini