Kediri, (KUBUS.ID) – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana meninjau progres revitalisasi Pasar Ngadiluwih yang ditargetkan diresmikan akhir Oktober hingga pekan pertama November 2026. Pemkab Kediri kini mulai menyosialisasikan penataan lapak kepada pedagang yang menempati tempat penampungan sementara (TPS).
Pengundian lapak dijadwalkan pada 27–30 Oktober 2026. Dari sekitar 715 pedagang, tersedia lebih dari 800 lapak sehingga seluruh pedagang yang memenuhi persyaratan diharapkan dapat tertampung.
Mas Dhito menegaskan, penataan dilakukan secara adil dan transparan agar tidak ada pedagang yang menguasai lapak secara berlebihan.
“Dari jumlah lapak yang tersedia, kalau kita hitung hari ini, seluruh pedagang yang ada sudah bisa masuk semuanya. Kita tidak mengizinkan satu pedagang memiliki empat, lima, bahkan sampai sebelas lapak,” ujar Mas Dhito.
Selain pembenahan fisik, Pasar Ngadiluwih dirancang beroperasi selama 24 jam dengan dukungan fasilitas food court, kios, dan live music untuk meningkatkan daya tarik serta aktivitas ekonomi masyarakat.
Mas Dhito juga menegaskan, aktivitas perdagangan harus terpusat di dalam pasar agar kawasan depan lebih tertib. Pemkab Kediri turut merencanakan penambahan fasilitas pedestrian pada 2027.
Setelah revitalisasi Pasar Ngadiluwih rampung, Pemkab Kediri akan mempertimbangkan pembenahan pasar lain, di antaranya eks Terminal Sambi, Pasar Kandangan, dan Pasar Gurah, dengan mempertimbangkan kemampuan anggaran daerah. (atc)































