Beranda Jawa Timur Api Karhutla Bromo Makin Meluas, Petugas Kejar Target Padam Total Jumat Pagi

Api Karhutla Bromo Makin Meluas, Petugas Kejar Target Padam Total Jumat Pagi

3041

PASURUAN, KUBUS.ID — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo kembali meluas. Hingga Kamis pagi, luas area yang terdampak kebakaran di wilayah Pasuruan, Probolinggo, dan Lumajang diperkirakan telah menembus lebih dari 1.000 hektare.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Haryadi, menyebut api kembali muncul di sejumlah titik yang sebelumnya sempat dipadamkan. Di wilayah Pasuruan, kebakaran terjadi di kawasan Pakis Bencel hingga menjalar ke Bukit Cinta dan Bukit Kingkong.

Api tambah menyebar, khususnya di wilayah Pasuruan dan Probolinggo. Di Pasuruan ini masih terjadi kebakaran di Pakis Bencel, kemudian yang paling parah sampai Bukit Kingkong dan Bukit Cinta,” kata Sugeng.

Berdasarkan laporan terakhir, kebakaran di kawasan Pasuruan mencapai sekitar 177 hektare. Sementara di wilayah Probolinggo dan Lumajang, luas lahan terbakar diperkirakan mencapai 900 hektare lebih.

Pemadaman dilakukan melalui jalur darat dan udara. Helikopter water bombing kembali dikerahkan sejak Kamis sekitar pukul 07.00 WIB untuk menjatuhkan air ke titik-titik kebakaran di Bukit Kingkong, Pasuruan, serta Seruni Point di wilayah Probolinggo.

Namun, operasi udara sebelumnya sempat terhenti akibat kabut tebal. Kondisi angin yang kencang juga menjadi tantangan karena membuat api bergerak cepat.

Water bombing berpengaruh, tetapi terkendala faktor cuaca. Kemarin sekitar pukul 15.00 WIB sudah tidak bisa terbang kembali karena kabut,” ujar Sugeng.

Dalam kondisi cuaca memungkinkan, helikopter dapat melakukan hingga lima sampai enam kali penerbangan dalam sehari.

Selain cuaca, berkurangnya debit air di Ranu Pani juga menjadi kendala dalam operasi water bombing. Sementara dari jalur darat, sejumlah kendaraan pemadam mulai mengalami kerusakan akibat intensitas penanganan yang tinggi.

BPBD Pasuruan sebelumnya mengerahkan enam armada pemadam kebakaran. Namun, satu kendaraan mengalami kerusakan sehingga kini tersisa lima armada yang dapat dioperasikan. Armada tangki air juga tersisa lima unit.

Keterbatasan tersebut membuat pemadaman manual dari darat tetap harus dioptimalkan bersama tim gabungan.

Di tengah upaya pemadaman, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak turut memantau kondisi di lapangan. Ia dilaporkan mengunjungi kawasan Seruni Point pada Rabu malam sekitar pukul 23.00 hingga tengah malam.

Sugeng mengatakan, kondisi vegetasi yang kering menjadi salah satu faktor yang membuat api cepat merambat. Ditambah dengan angin kencang, titik api yang sebelumnya hampir seluruhnya padam kembali menyala.

Sisa-sisa api kemudian karena angin begitu kencang dan vegetasi yang kering ini membuat api cepat sekali merambat,” jelasnya.

Karhutla di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) sendiri disebut hampir terjadi setiap tahun. Menurut Sugeng, kebakaran pada 2023 menjadi salah satu yang paling parah, selain kejadian yang berlangsung saat ini.

Hingga kini, BPBD belum dapat memastikan penyebab kebakaran. Tidak ada bukti yang cukup untuk menyimpulkan bahwa api berasal dari aktivitas tertentu.

Meski demikian, aktivitas manusia menjadi salah satu kemungkinan yang diperhitungkan. Misalnya, aktivitas menyalakan api untuk menghangatkan badan, memasak, membakar jagung, ikan, hingga membakar sampah.

Sulit dikatakan karena bukti kita tidak ada. Tetapi bisa kita perkirakan saja. Mungkin wisatawan atau masyarakat menyalakan sesuatu untuk menghangatkan badan atau membakar sesuatu,” ungkapnya.

Sugeng menegaskan, potensi penyebab tersebut tidak hanya berkaitan dengan wisatawan. Masyarakat yang beraktivitas di sekitar kawasan juga perlu meningkatkan kewaspadaan.

Tim gabungan kini mengejar target agar seluruh titik api dapat dipadamkan pada Jumat pagi. Kamis menjadi hari yang sangat penting untuk memaksimalkan seluruh metode pemadaman yang tersedia.

Targetnya memang hari Jumat besok bisa total padam. Sekarang tinggal beberapa titik, tetapi luas sekali. Hari ini dimaksimalkan,” tegas Sugeng.

BPBD memastikan personel terlatih dan peralatan tetap disiagakan mengingat kawasan Bromo memiliki medan yang ekstrem, mulai dari tebing hingga perubahan suhu yang drastis.

Perlu orang-orang yang sudah terbiasa dan profesional untuk menghadapi pemadaman di wilayah yang ekstrem,” pungkasnya. (ikj)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini