Beranda Jawa Timur Bukan Cuma ISPA, Kasus Influenza Juga Meningkat di Tulungagung

Bukan Cuma ISPA, Kasus Influenza Juga Meningkat di Tulungagung

0

TULUNGAGUNG (KUBUS.ID) – Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kabupaten Tulungagung mengalami peningkatan. Namun, Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung mencatat, puncak kasus justru terjadi pada Agustus 2026 dan mulai menurun sekitar 10 persen pada September.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung, Dr Desi Lusiana Wardhani mengatakan peningkatan kasus tidak terjadi secara merata di seluruh wilayah. Sejumlah puskesmas mengalami peningkatan pasien, sementara di wilayah lainnya kenaikannya masih relatif terkendali.

Salah satu yang mengalami peningkatan cukup tinggi adalah Puskesmas Karangrejo. Dari kapasitas 13 tempat tidur, seluruhnya sempat terisi sehingga puskesmas menambah tempat tidur ekstra. Bahkan, beberapa pasien sempat dialihkan ke fasilitas pelayanan kesehatan lain karena kapasitas rawat inap penuh.

Kondisi serupa juga terlihat di Puskesmas Kauman. Dari 20 tempat tidur yang tersedia, rata-rata 16 hingga 17 tempat tidur terisi setiap hari. Angka tersebut lebih tinggi dibanding kondisi sebelumnya yang biasanya sekitar 10 hingga 11 tempat tidur.

Menurut Desi, pasien yang menjalani rawat inap tidak hanya mengalami ISPA. Kasus influenza juga ditemukan, termasuk pada pasien dewasa. Sejumlah pasien membutuhkan waktu perawatan sekitar tiga hingga empat hari, lebih lama dibanding keluhan flu biasa yang umumnya dapat pulih dalam waktu lebih singkat.

Untuk ISPA, pasien yang banyak menjalani perawatan berada pada kelompok anak-anak atau usia di bawah 17 tahun. Sementara pada kasus influenza, pasien dewasa juga ditemukan dengan gejala yang menurut dokter dapat menyerupai tifoid.

Sebagai langkah pencegahan, Dinkes Tulungagung mengimbau masyarakat kembali memperkuat perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), menjaga pola makan, cukup istirahat dan berolahraga. Penggunaan masker juga dianjurkan, terutama bagi orang yang sedang sakit saat berada di fasilitas kesehatan maupun tempat ramai.

Orang tua juga diminta tidak memaksakan anak yang sedang sakit untuk masuk sekolah. Jika kondisi membutuhkan pemeriksaan, anak sebaiknya dibawa ke fasilitas pelayanan kesehatan agar mendapatkan penanganan yang sesuai. (rif)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini