KEDIRI, (KUBUS.ID) – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mengapresiasi pembangunan tiga tempat ibadah di SMPN 3 Grogol, Kabupaten Kediri. Pembangunan Mushola Al-Ikhlas, Pura Widya Loka, dan Gereja Immanuel dinilai menjadi bukti nyata bahwa toleransi antarumat beragama telah tumbuh kuat di tengah masyarakat.
Ketiga tempat ibadah tersebut dibangun secara swadaya tanpa paksaan dan dapat diwujudkan dalam kurun waktu sekitar empat bulan. Bagi Bupati Kediri, semangat gotong royong dan kebersamaan dalam pembangunan tersebut menunjukkan bahwa perbedaan keyakinan tidak menjadi penghalang untuk membangun kehidupan yang harmonis.
“Ini adalah kado kemerdekaan. Karena toleransi umat beragama itu tidak bisa dibeli dengan uang. Ini adalah karakter yang sudah terbentuk,” ujar Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana.
Menurut Mas Dhito, sapaan akrab Bupati Kediri, keberadaan tiga tempat ibadah dalam satu lingkungan sekolah menjadi gambaran penting tentang bagaimana nilai toleransi dapat ditanamkan sekaligus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
Ia menilai, semangat tersebut tidak berhenti pada pembangunan tempat ibadah. Ke depan, direncanakan pula pembangunan sebuah joglo yang dapat dimanfaatkan oleh tiga kelompok umat beragama sebagai ruang bersama untuk berdiskusi, berdialog, serta mempererat hubungan dan kebersamaan.
“Semoga nanti joglo ini bisa menjadi tempat bersama untuk berdiskusi, berdialog, dan mempererat kebersamaan tiga umat beragama,” katanya.
Mas Dhito menambahkan, Kabupaten Kediri selama ini telah menunjukkan bahwa kehidupan masyarakat yang rukun dan saling menghormati dapat berjalan berdampingan. Kehadiran tempat ibadah dari berbagai agama di tengah lingkungan masyarakat menjadi salah satu bukti bahwa perbedaan dapat hidup dalam suasana saling menghargai.
“Kabupaten Kediri hari ini sudah membuktikan. Di timur ada masjid, di barat juga ada tempat ibadah. Ini menunjukkan bahwa perbedaan bukan menjadi penghalang untuk hidup bersama,” tegasnya.
Menurutnya, nilai toleransi tersebut penting untuk terus diwariskan kepada generasi muda. Kemerdekaan tidak semata-mata dimaknai melalui upacara dan berbagai perayaan, tetapi juga melalui kemampuan masyarakat menjaga persatuan, menghormati perbedaan, serta membangun kehidupan sosial yang harmonis.
Bupati Kediri berharap pembangunan tiga tempat ibadah di SMPN 3 Grogol dapat menjadi contoh bahwa toleransi bukan sekadar slogan. Lebih dari itu, toleransi merupakan karakter yang perlu dirawat melalui kebersamaan, gotong royong, dan sikap saling menghormati.
Dengan semangat tersebut, Kabupaten Kediri diharapkan terus menjadi daerah yang mampu menjaga kerukunan antarumat beragama sekaligus memberikan ruang bagi generasi muda untuk tumbuh dalam lingkungan yang menghargai keberagaman.(atc/stm)






























