Beranda Kediri Raya Bupati Kediri Tekankan Data Riil dalam Percepatan Penurunan Stunting

Bupati Kediri Tekankan Data Riil dalam Percepatan Penurunan Stunting

666

KEDIRI, (KUBUS.ID) – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menegaskan pentingnya kesamaan visi seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Kediri dalam mengawal percepatan penurunan stunting. Upaya tersebut harus dilakukan berdasarkan kondisi dan data riil yang ditemukan di lapangan.

Penegasan itu disampaikan Mas Dhito saat memberikan arahan mengenai proyek strategis dan prioritas daerah kepada para kepala dinas serta camat di Ruang Joyoboyo, Kantor Pemkab Kediri.

Dalam kesempatan tersebut, Mas Dhito menyampaikan angka prevalensi stunting di Kabupaten Kediri berdasarkan hasil bulan timbang menunjukkan tren penurunan. Pada Desember 2025, prevalensi stunting tercatat 8,04 persen, kemudian turun menjadi 7,67 persen pada Februari 2026 dan kembali menurun menjadi 7,47 persen pada Agustus 2026.

Meski secara persentase menunjukkan penurunan, Bupati Kediri mengingatkan agar capaian tersebut tidak hanya dilihat dari angka persentase. Sebab, ketika dikonversikan dalam jumlah kasus, angka tersebut tetap perlu menjadi perhatian serius.

Mas Dhito meminta jajaran Pemkab Kediri memastikan setiap data yang dilaporkan benar-benar mencerminkan kondisi di lapangan. Menurutnya, evaluasi penanganan stunting harus dilakukan secara objektif agar kebijakan yang diambil tepat sasaran.

“Jangan sampai penurunan itu cuma buat nyeneng-nyenengin bupati. Kalau sampai saya tahu betul di lapangan realnya angka stunting tidak terjadi penurunan signifikan, angka pertumbuhan stunting juga tidak bisa dihentikan, maka ada konsekuensi yang harus ditanggung,” tegasnya.

Ia juga mendorong seluruh organisasi perangkat daerah dan pemerintah kecamatan memperkuat kolaborasi dalam menekan angka stunting sekaligus mencegah munculnya kasus baru atau growth stunting.

Khusus kepada para camat, Mas Dhito meminta pemantauan dilakukan secara langsung dan tidak hanya berpedoman pada persentase. Setiap wilayah diminta mengetahui jumlah riil kasus stunting di kecamatannya.

“Camat saya minta tolong dicek di kecamatannya, berapa angka real stunting, bukan prosentasenya,” ujarnya.

Selain persoalan stunting, Bupati Kediri turut memberikan perhatian terhadap pelaksanaan Universal Health Coverage (UHC) sebagai bagian dari upaya menjamin akses kesehatan masyarakat.

Mas Dhito meminta kualitas pelayanan kesehatan di setiap fasilitas kesehatan terus ditingkatkan. Menurutnya, keberhasilan program kesehatan tidak hanya diukur dari cakupan kepesertaan, tetapi juga dari kualitas layanan yang diterima masyarakat.

Arahan tersebut menjadi penegasan bahwa penguatan sektor kesehatan di Kabupaten Kediri perlu dilakukan secara menyeluruh, mulai dari validitas data, pencegahan kasus baru, hingga peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.(atc/stm)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini