KEDIRI, (KUBUS.ID) – Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) terus mempercepat pembangunan kawasan Museum Sri Aji Joyoboyo di Desa Menang, Kecamatan Pagu. Hingga memasuki minggu ke-15, progres pekerjaan telah mencapai sekitar 76 persen.
Pembangunan tersebut menjadi bagian dari penataan kawasan museum, dengan pekerjaan meliputi main entrance, fasade bangunan museum, serta amphitheater.
Dinas PUPR Kabupaten Kediri menargetkan seluruh pekerjaan dapat diselesaikan pada pertengahan November mendatang.
Penata Kelola Bangunan Gedung dan Kawasan Permukiman Ahli Muda Dinas PUPR Kabupaten Kediri, Tegar Yustisiawan, mengatakan progres pembangunan terus dikebut agar penyelesaian pekerjaan dapat sesuai target yang telah ditetapkan.
“Untuk progres sampai minggu ke-15 sudah mencapai sekitar 76 persen. Kami terus melakukan percepatan pekerjaan dengan target penyelesaian pada pertengahan November,” ujar Tegar.
Salah satu bagian yang menjadi perhatian dalam pembangunan kawasan tersebut yakni amphitheater. Fasilitas ini diproyeksikan menjadi ruang terbuka yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan, sekaligus menambah daya tarik kawasan Museum Sri Aji Joyoboyo.
Amphitheater tersebut diperkirakan mampu menampung sekitar 1.000 penonton. Keberadaannya diharapkan dapat menunjang kegiatan seni, budaya maupun berbagai agenda masyarakat yang digelar di kawasan museum.
Selain amphitheater, Dinas PUPR Kabupaten Kediri juga mengerjakan bagian main entrance dan fasade bangunan museum. Penataan tersebut diarahkan untuk memperkuat tampilan kawasan sekaligus memberikan pengalaman yang lebih baik bagi masyarakat yang berkunjung.
“Pekerjaan tidak hanya pada amphitheater, tetapi juga mencakup main entrance dan fasade bangunan museum. Semuanya menjadi satu bagian dalam penataan kawasan Museum Sri Aji Joyoboyo,” jelas Tegar.
Pemkab Kediri melalui Dinas PUPR memastikan proses pembangunan terus dipantau agar progres pekerjaan berjalan sesuai rencana. Dengan target rampung pertengahan November, kawasan Museum Sri Aji Joyoboyo diharapkan semakin representatif sebagai ruang edukasi, budaya, sekaligus destinasi yang dapat dimanfaatkan masyarakat.(atc/stm)































