Beranda Jawa Timur Karhutla Bromo Tersisa 3 Titik, Lebih dari 1.000 Personel Dikerahkan

Karhutla Bromo Tersisa 3 Titik, Lebih dari 1.000 Personel Dikerahkan

4553

KUBUS.ID – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo terus dilakukan. Hingga Selasa (11/8/2026) pukul 18.00 WIB, luas wilayah terdampak mencapai 921,42 hektare dan kini tersisa tiga titik yang masih menjadi perhatian petugas.

Danrem 083/Baladhika Jaya sekaligus Dansektor Penanganan Karhutla Wilayah Bromo, Kolonel Inf Wahyu Ramadhanus Suryawan, mengatakan tiga titik tersebut berada di Puncak 30, Kabupaten Probolinggo, serta dua titik di Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan.

“Untuk 921 hektare sekian ini, yang tinggal sisanya adalah tiga titik. Satu titik berada di P30 Pananjakan, Kabupaten Probolinggo. Kemudian titik kedua dan ketiga berada di Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan,” kata Wahyu.

Menurut Wahyu, fire spot maupun hotspot di Puncak 30 sudah tidak terlihat. Namun, petugas tetap melakukan pengecekan melalui foto udara dan pemeriksaan langsung untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa.

Sementara itu, dua titik di Wonokitri yang sebelumnya cukup luas kini sudah mengecil. Petugas menargetkan titik api tersebut dapat dipadamkan sekaligus memastikan tidak ada hotspot yang berpotensi memicu kebakaran kembali.

Lebih dari 1.000 personel gabungan dilibatkan dalam penanganan karhutla Bromo. Mereka terdiri dari TNI-Polri, BPBD dari empat kabupaten, Manggala Agni Kementerian Kehutanan, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, masyarakat lokal, hingga relawan.

Upaya penanganan dilakukan melalui patroli dan pemantauan udara menggunakan pesawat Cassa TNI AU serta drone. Satgas Udara juga mengerahkan tiga helikopter untuk melakukan water bombing, dengan prioritas utama di wilayah Wonokitri.

“Prioritas utama adalah di wilayah Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan. Sedangkan prioritas kedua adalah Puncak 30 di Kabupaten Probolinggo untuk memastikan wilayah tersebut kembali dibasahi,” jelasnya.

Selain melalui udara, Satgas Darat melakukan pemadaman menggunakan kendaraan pemadam kebakaran, alat pemadam portabel, hingga peralatan manual seperti gepyok. Menurut Wahyu, metode manual masih efektif untuk menangani titik api berukuran kecil.

Wahyu menyebut kondisi secara umum masih aman dan terkendali. Tidak ada korban dari unsur personel, sementara wilayah terdampak juga mulai menyusut.

Penanganan sempat terkendala kabut tebal yang membuat jarak pandang hanya sekitar 500 hingga 1.000 meter. Kondisi tersebut menyebabkan helikopter tidak dapat melakukan water bombing setelah sebelum pukul 12.00 WIB.

Pemerintah menargetkan penanganan karhutla Bromo dapat diselesaikan pada Jumat pekan ini. Namun, petugas tidak akan langsung meninggalkan lokasi setelah api padam karena masih ada potensi titik panas muncul kembali dari sisa pembakaran di bawah alang-alang dan semak kering.

“Yang kita waspadai adalah bekas-bekas atau sisa-sisa fire spot yang masih menyisakan asap. Artinya, di situ masih ada pembakaran di bagian bawah. Diupayakan tidak memicu api lagi,” ujar Wahyu.

Ia memastikan kawasan Bukit Teletubbies dalam kondisi aman. Titik kebakaran berada di sekitar Jemplang-Bantengan dan merambat ke arah utara-timur, tetapi seluruh titik api disebut masih berjarak lebih dari 10 kilometer dari permukiman.

Petugas juga menyiapkan tim yang akan melakukan pengecekan fisik di medan terjal menggunakan peralatan mountaineering. Langkah tersebut dilakukan untuk menjangkau titik-titik yang sulit dipadamkan dari darat maupun udara. (stm)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini