Beranda Kediri Raya OJK Kediri Dorong Budaya Menabung Sejak Dini, 1.147 Anak PAUD Dikenalkan SimPel

OJK Kediri Dorong Budaya Menabung Sejak Dini, 1.147 Anak PAUD Dikenalkan SimPel

7646

KEDIRI, (KUBUS.ID) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kediri terus memperkuat edukasi dan inklusi keuangan sejak usia dini melalui momentum Hari Indonesia Menabung yang digelar serentak pada Agustus. Di Kota Kediri, kegiatan tersebut dikolaborasikan dengan Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan (DLHKP) sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kota Kediri.

Sebanyak 1.147 anak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan TK dilibatkan dalam kegiatan tersebut. Selain diajak mengenal pentingnya menjaga lingkungan, anak-anak juga mendapatkan edukasi mengenai pentingnya membangun kebiasaan menabung sejak dini.

Kegiatan ini menjadi perhatian OJK Kediri karena pembentukan perilaku keuangan tidak harus menunggu seseorang beranjak dewasa. Justru, kebiasaan sederhana seperti menyisihkan sebagian uang saku dinilai dapat menjadi fondasi bagi anak untuk belajar disiplin dalam mengelola keuangan.

Kepala OJK Kediri, Ismirani Saputri, mengatakan edukasi menabung kepada anak-anak perlu dilakukan secara sederhana dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Salah satunya dengan mengajarkan anak menyisihkan sebagian uang saku untuk mencapai cita-cita atau keinginan tertentu.

“Mulainya dari mimpi. Punya mimpi apa? Misalnya ingin punya sepeda. Yuk, mulai menabung, menyisihkan dari uang saku yang diberikan orang tua. Nanti tabungan itu bisa membantu orang tua mewujudkan mimpi mereka. Mulai dari yang kecil-kecil dulu,” jelas Ismirani.

Dalam kegiatan tersebut, anak-anak juga mendapatkan kesempatan untuk membuka rekening tabungan melalui Bank Jatim maupun BPR Jatim. Khusus dalam momentum tersebut, pembukaan rekening diberikan secara gratis tanpa biaya administrasi.

Produk yang diperkenalkan adalah Simpanan Pelajar (SimPel), yakni produk tabungan yang ditujukan bagi pelajar. Melalui SimPel, anak-anak diperkenalkan secara langsung dengan layanan perbankan sekaligus didorong untuk mulai memiliki kebiasaan menyimpan uang secara teratur.

“Jadi kita membiasakan anak-anak untuk disiplin mulai menabung dari yang kecil. Untuk pembukaan rekening sebenarnya cukup Rp5.000, tetapi hari ini diberikan gratis, baik di Bank Jatim maupun BPR Kota. Administrasinya juga gratis,” ujar Ismirani.

Menurut Ismirani, menabung tidak sekadar aktivitas mengumpulkan uang. Lebih jauh, kebiasaan tersebut menjadi sarana untuk membangun kedisiplinan, kesabaran, serta kemampuan anak dalam menentukan prioritas sejak usia dini.

Anak-anak diajak memahami bahwa setiap keinginan membutuhkan proses. Dengan menyisihkan sebagian uang saku secara konsisten, mereka belajar bahwa sesuatu yang diimpikan dapat dicapai melalui kebiasaan kecil yang dilakukan secara berkelanjutan.

Antusiasme peserta dalam mengikuti kegiatan tersebut pun terlihat cukup tinggi. Anak-anak tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai rekening dan tabungan, tetapi juga dikenalkan pada konsep memiliki tujuan keuangan sederhana sesuai dengan usia mereka.

OJK Kediri berharap momentum Hari Indonesia Menabung dapat menjadi bagian dari upaya memperluas literasi dan inklusi keuangan di masyarakat, khususnya bagi generasi muda.

Melalui kolaborasi bersama pemerintah daerah dan lembaga jasa keuangan, edukasi keuangan diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari melalui kebiasaan menyisihkan uang, menetapkan tujuan, serta mengelola keuangan secara bijak.

Dengan melibatkan 1.147 anak PAUD, kegiatan tersebut sekaligus menjadi langkah OJK Kediri dalam menanamkan budaya menabung sejak dini. Dari kebiasaan kecil yang dibangun hari ini, diharapkan lahir generasi Kota Kediri yang semakin cakap, disiplin, dan bijak dalam mengelola keuangan di masa mendatang.(atc/stm)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini