BLITAR, KUBUS.ID – Seorang perempuan berinisial DR, warga Kota Blitar, diamankan petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Blitar setelah kedapatan berusaha menyelundupkan ratusan pil dobel L yang disembunyikan di bagian alat vital saat hendak membesuk seorang narapidana, Senin.
Upaya penyelundupan tersebut berhasil digagalkan berkat kejelian petugas lapas yang mencurigai gerak-gerik DR saat memasuki area kunjungan. Perempuan itu diketahui datang untuk membesuk kekasihnya yang sedang menjalani masa tahanan dalam kasus narkoba.
Kepala Lapas Kelas II B Blitar, Iswandi, mengatakan petugas mulai menaruh curiga karena cara berjalan DR terlihat tidak wajar dibandingkan pembesuk lainnya.
“Petugas melihat yang bersangkutan berjalan tidak seperti biasanya sehingga menimbulkan kecurigaan. Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, ditemukan bungkusan yang disembunyikan di bagian tubuhnya,” kata Iswandi saat dikonfirmasi.
DR kemudian dibawa ke ruang pemeriksaan khusus untuk dilakukan penggeledahan secara menyeluruh. Hasilnya, petugas menemukan sebuah bungkusan berukuran cukup besar yang disembunyikan di alat vital.
Saat dikeluarkan, bungkusan tersebut diketahui berisi ratusan pil dobel L yang dibungkus menggunakan alat kontrasepsi untuk mengelabui pemeriksaan petugas.
“Barang bukti yang ditemukan berupa ratusan pil dobel L yang dikemas dalam bungkusan dan disembunyikan di area sensitif tubuh. Selanjutnya kami berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk proses hukum lebih lanjut,” ujar Iswandi.
Usai diamankan, DR langsung diserahkan ke Polres Blitar guna menjalani pemeriksaan dan penyidikan lebih lanjut untuk mengungkap asal-usul serta tujuan peredaran pil tersebut.
Setelah menjalani proses pemeriksaan, DR kini dititipkan di Lapas Kelas II B Blitar sambil menunggu perkembangan proses hukum dari penyidik.
Menyikapi kejadian tersebut, pihak lapas memastikan akan memperketat prosedur pemeriksaan terhadap seluruh pembesuk maupun barang bawaan yang masuk ke dalam lingkungan lapas.
“Kejadian ini menjadi evaluasi bagi kami. Pengawasan dan pemeriksaan terhadap pengunjung akan kami tingkatkan agar upaya penyelundupan barang terlarang ke dalam lapas tidak terulang kembali,” tegasnya.(eko)































