KEDIRI, (KUBUS.ID) – Pengamanan aksi penyampaian aspirasi tidak selalu identik dengan penjagaan ketat. Polres Kediri Kota menunjukkan pendekatan humanis saat mengawal aksi damai Gabungan Aksi Roda Dua (GARDA) Kediri Raya, Selasa (29/9/2026).
Di tengah aksi yang diikuti sekitar 200 peserta tersebut, sejumlah personel Polwan Polres Kediri Kota turun langsung membagikan snack ringan dan air mineral kepada para peserta aksi.
Langkah tersebut menjadi bentuk pelayanan sekaligus kepedulian polisi kepada masyarakat yang tengah menyampaikan aspirasi. Kehadiran Polwan di tengah massa juga membuat komunikasi antara petugas dan peserta aksi berlangsung lebih cair.
Sebelum pengamanan dimulai, seluruh personel mengikuti apel persiapan yang dipimpin Kabag Ops Polres Kediri Kota Kompol Iwan Setyo Budhi, S.H. Personel kemudian melakukan pengamanan dan pengawalan massa mulai dari kawasan TMP Joyoboyo hingga menuju Kantor Pemerintah Kota Kediri dan Kantor Perwakilan Maxim Kediri.
Kapolres Kediri Kota AKBP Kresno Wisnu Putranto, S.H., S.I.K., M.Si. menekankan bahwa pengamanan penyampaian aspirasi dilakukan dengan mengedepankan pelayanan, komunikasi, serta pendekatan persuasif.
“Polri hadir untuk memastikan masyarakat dapat menyampaikan aspirasinya dengan aman dan tertib. Di sisi lain, kami juga berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh peserta aksi,” ujar AKBP Kresno Wisnu Putranto.
Dalam aksi tersebut, GARDA Kediri Raya membawa sejumlah aspirasi, antara lain meminta penghapusan sistem Turbo berbayar Maxim, pembatasan penerimaan mitra baru, serta fasilitasi dialog antara mitra pengemudi, pihak aplikator dan pemerintah daerah.
Setibanya di Kantor Pemkot Kediri, perwakilan peserta aksi diterima untuk mengikuti audiensi bersama sejumlah pejabat Pemkot Kediri dan perwakilan Maxim Kediri.
Audiensi membahas berbagai persoalan yang menjadi perhatian para mitra pengemudi, termasuk penerapan fitur Turbo serta keseimbangan antara jumlah mitra dengan permintaan layanan.
Setelah audiensi, massa kemudian melanjutkan perjalanan menuju Kantor Perwakilan Maxim Kediri. Sekitar pukul 12.52 WIB, peserta aksi melakukan penyegelan kantor menggunakan rantai dan gembok serta memasang sejumlah banner dan poster.
Meski terdapat dinamika selama penyampaian aspirasi, jajaran Polres Kediri Kota tetap mengedepankan komunikasi persuasif. Pengamanan dan pengawalan dilakukan hingga seluruh rangkaian kegiatan selesai.
Sekitar pukul 13.00 WIB, peserta aksi membubarkan diri. Situasi secara umum tetap kondusif.
Aksi Polwan Polres Kediri Kota yang membagikan makanan ringan dan air mineral menjadi gambaran bahwa tugas kepolisian tidak sebatas menjaga keamanan. Di tengah masyarakat yang menyampaikan aspirasi, polisi juga hadir memberikan pelayanan dan membangun komunikasi secara humanis.
Pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya Polres Kediri Kota dalam menjaga situasi kamtibmas sekaligus menciptakan ruang penyampaian aspirasi yang aman, tertib dan kondusif.(atc/stm)































