Beranda Kediri Raya Tiga SD Negeri di Kabupaten Blitar Tak Dapat Murid Baru, Dindik Pastikan...

Tiga SD Negeri di Kabupaten Blitar Tak Dapat Murid Baru, Dindik Pastikan Bukan Karena Persaingan Sekolah

1
Foto Ilustrasi (Dok: chatgpt.com)

BLITAR, (KUBUS.ID) – Tiga Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kabupaten Blitar tidak mendapatkan murid baru pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Ajaran 2026/2027. Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar memastikan kondisi tersebut bukan disebabkan minimnya minat masyarakat, melainkan karena di lingkungan sekitar sekolah memang tidak ada lulusan taman kanak-kanak (TK) yang berpotensi mendaftar.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar, Agus Santosa, S.Sos., M.Si., mengatakan tiga sekolah tersebut adalah SDN Kalimanis 4 Doko, SDN Sumberboto 5, dan SDN Ringinrejo 3 Wates. Menurutnya, ketiga sekolah berada di lingkungan yang terpisah dari dusun lain sehingga calon siswa umumnya memilih sekolah terdekat, sementara tahun ini tidak ada anak usia masuk SD di wilayah tersebut.

“Sudah kami kaji, memang tidak ada lulusan TK di sekitar sekolah-sekolah itu. Jadi bukan karena kalah bersaing dengan sekolah lain,” ujar Agus saat On Air di Radio ANDIKA.

Agus menjelaskan, meski tidak menerima murid baru, kegiatan belajar mengajar di ketiga sekolah tetap berjalan normal. Sebab, jumlah siswa di kelas 2 hingga kelas 6 masih mencukupi. Bahkan, kondisi tersebut tidak mengganggu proses pembelajaran karena sebelumnya sekolah juga masih mengalami kekurangan guru.

Ia menambahkan, Dinas Pendidikan belum berencana melakukan regrouping atau penggabungan sekolah. Pertimbangan utamanya adalah faktor geografis. Jika sekolah ditutup, jarak menuju sekolah lain dinilai cukup jauh dan dikhawatirkan justru mengurangi akses pendidikan bagi anak-anak di wilayah tersebut.

“Kalau sekolah ditutup, anak-anak harus menempuh jarak lebih jauh. Kami khawatir justru ada yang tidak bersekolah,” jelasnya.

Selain tiga sekolah tersebut, Agus mengakui masih ada sejumlah SD Negeri lain yang hanya menerima sedikit siswa baru, bahkan kurang dari 10 orang. Menurutnya, kondisi itu dipengaruhi semakin banyaknya pilihan sekolah bagi masyarakat.

Karena itu, Dinas Pendidikan akan terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan, mulai dari kedisiplinan guru, peningkatan sarana dan prasarana, hingga pelayanan kepada siswa dan orang tua.

“Kami ingin masyarakat semakin yakin menyekolahkan anaknya di sekolah negeri. Kuncinya adalah meningkatkan kualitas layanan dan mutu pendidikan di setiap sekolah,” pungkas Agus. (stm)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini