KEDIRI (KUBUS.ID) – Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, memberikan pembekalan khusus bagi para calon jemaah haji asal Kota Kediri dalam kegiatan Pembinaan Kesehatan yang digelar di Hotel Lotus Garden Kediri. Dalam arahannya, sosok yang akrab disapa Mbak Wali ini menekankan pentingnya kesiapan fisik dan mental mengingat ibadah haji merupakan perjalanan spiritual yang berat.
Mbak Wali menegaskan bahwa kedisiplinan jemaah dalam menjaga pola hidup sehat menjadi kunci kelancaran ibadah di Tanah Suci. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kekompakan antarjemaah untuk meminimalisir risiko selama perjalanan.
“Jangan sampai nanti kita berangkat 281 orang, pulangnya ternyata berkurang. Harapannya kita semua saling menjaga dan tetap disiplin di sana, karena kita juga membawa nama baik bangsa Indonesia dan Kota Kediri,” ujar Vinanda di hadapan para calon jemaah.
Berdasarkan data medis dari Dinas Kesehatan Kota Kediri, tercatat sebanyak 158 jemaah masuk dalam kategori risiko kesehatan, mulai dari kategori ringan hingga berat. Penyakit hipertensi dilaporkan menjadi kondisi yang paling banyak diderita oleh para calon jemaah tahun ini.
Menanggapi hal tersebut, Mbak Wali meminta jemaah untuk tidak meremehkan kondisi tubuh mereka. Ia mengimbau agar para jemaah rutin berkonsultasi dengan tim medis yang telah disiapkan pemerintah.
“Saya mengajak semuanya untuk disiplin menerapkan pola hidup sehat mulai sekarang. Atur asupan makanan, cukup istirahat, menjaga kebugaran fisik dengan berolahraga, serta rutin mengonsumsi obat bagi yang memiliki penyakit penyerta. Jika mengalami gejala sekecil apa pun, segera laporkan kepada petugas kesehatan agar dapat ditangani sejak dini,” tegas Mbak Wali.
Pemerintah Kota Kediri sendiri telah menyiapkan skema pendampingan yang komprehensif. Lima petugas haji akan diterjunkan untuk mengawal 281 jemaah, yang terdiri dari dua dokter, satu perawat, serta pendamping ibadah yang akan membantu terkait aturan keagamaan.
Selain urusan kesehatan fisik, Mbak Wali juga mengingatkan aspek administratif dan psikologis. Jemaah diwajibkan menyelesaikan vaksinasi wajib paling lambat 10 hari sebelum memasuki embarkasi.
“Tetap tenang dan senang selama menjalankan seluruh tahapan ibadah, serta tidak mudah percaya pada informasi yang belum tentu benar,” tambahnya.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri Hamida, Kepala Bagian Kesra Yono Heryadi, serta Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kota Kediri Basyarudin. Dengan pembinaan ini, diharapkan seluruh jemaah Kota Kediri dapat menjalankan rukun Islam kelima tersebut dengan lancar dan kembali ke tanah air dalam kondisi sehat wal’afiat.(sof/stm)
































