Beranda Kediri Raya 84 Persen Warga Kabupaten Kediri Inginkan Dhito Kembali Jadi Bupati

84 Persen Warga Kabupaten Kediri Inginkan Dhito Kembali Jadi Bupati

1395

KUBUS.ID – Mayoritas masyarakat menginginkan Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana kembali memimpin di periode selanjutnya. Hal ini dipengaruhi oleh kinerjanya yang dinilai memuaskan selama 3 tahun terakhir. 5 bulan menjelang Pilkada 2024, namanya terus menguat dan menjadi perhatian masyarakat.

Banyak faktor yang mempengaruhi pandangan masyarakat terhadap bupati muda berusia 31 tersebut. Seperti kedekatan kepada masyarakat hingga keberhasilan merealisasikan berbagai program yang dicanangkan. Hal ini terlihat dari hasil survei yang dilakukan Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC) periode 5 – 12 Juni 2024. Survei ini mengungkapkan 84 persen masyarakat Kediri menginginkan Dhito untuk kembali menjadi bupati di periode selanjutnya.

“Pemilih pada umumnya juga masih menginginkan Hanindhito kembali menjadi Bupati Kediri,” terang Direktur Eksekutif SMRC, Deni Irvani, dikutip Jurnalis Radio ANDIKA, Minggu (16/6).

Dengan capaian tersebut bisa memantabkan langkah politik Dhito untuk kembali memenangkan kontestasi Pilkada di tahun ini. Kecenderungan masyarakat akan memilih bupati yang telah membawa dampak besar bagi wilayahnya. Selain dari survei di atas, SMRC juga menemukan tingkat kepuasan yang tinggi kepada Dhito. Survei SMRC mengungkap, kepuasan publik terhadap orang nomor satu di Kabupaten Kediri tersebut sebesar 87 persen. Hanya 11 persen menyatakan kurang atau tidak puas, sisanya mengaku belum atau tidak memberikan pendapat.

“Hanindhito jauh unggul atas calon-calon lain, di antaranya karena kinerjanya sebagai bupati dinilai memuaskan pemilih pada umumnya sebesar 87 persen,” terang Deni.

Diketahui, selain Dhito, nama Deny Widyanarko akhir-akhir ini mulai muncul sebagai Bakal Calon Bupati. Untuk melawan bupati petahana, Owner Tajimas Group tersebut harus memiliki program dan arah politik yang jelas. Salah satu pengamat politik sekaligus Dosen Prodi Ilmu Politik, FISIP Universitas Brawijaya, Johan Wahyudi berpendapat, setiap kontestan Pilkada memiliki peluang. Namun begitu, syarat untuk mampu mengimbangi petahana adalah dengan membawa narasi perubahan yang terarah.

“Arah perubahan harus jelas untuk melawan petahana,” katanya.

Sebagai informasi, survei yang dilakukan SMRC ini menggunakan metode multistage random sampling terhadap masyarakat Kabupaten Kediri di atas 17 tahun. Sedangkan survei tersebut menyasar pada 1210 responden dengan margin of error 2,9 persen.(atc/eko)

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini