KEDIRI, (KUBUS.ID) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kediri terus memperkuat upaya peningkatan literasi dan inklusi keuangan melalui penyelenggaraan Sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal Terpadu (SEPMT) 2026 yang dirangkaikan dengan pencanangan Galeri Investasi Bursa Efek Indonesia (BEI) serta pembukaan 500 rekening efek. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Soekarno Hatta BKPSDM Pemerintah Kota Kediri, Rabu (1/7/2026), menjadi langkah nyata dalam membangun budaya investasi yang sehat di tengah masyarakat.
Kegiatan tersebut mendapat apresiasi dari Wakil Wali Kota Kediri, Qowimuddin. Menurutnya, kehadiran Galeri Investasi menjadi sarana penting untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai investasi yang aman dan terencana, khususnya bagi aparatur sipil negara (ASN) maupun masyarakat umum.
Qowimuddin menilai profesi sebagai ASN merupakan anugerah karena memberikan kepastian penghasilan dan jaminan pensiun. Namun demikian, kondisi tersebut tidak boleh membuat seseorang terlena sehingga mengabaikan perencanaan keuangan jangka panjang.
“Jangan sampai kita hanya mengandalkan dana pensiun. Karena masa depan yang sejahtera tidak hanya ditentukan oleh apa yang akan kita terima nanti, tetapi juga oleh keputusan yang kita ambil hari ini,” ujarnya.
Ia mengajak seluruh peserta mulai menyisihkan sebagian penghasilan untuk berinvestasi secara bijak sejak masih berada pada usia produktif. Menurutnya, pasar modal tidak hanya menjadi instrumen investasi, tetapi juga memiliki kontribusi besar dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional melalui pembiayaan dunia usaha, penciptaan lapangan kerja, hingga mendorong pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.
Lebih lanjut, ia berharap Galeri Investasi dapat dimanfaatkan sebagai pusat edukasi sekaligus konsultasi mengenai pasar modal, sehingga mampu membangun budaya investasi yang sehat serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Kediri.
Sementara itu, Kepala OJK Kediri, Ismirani Saputri, menegaskan bahwa pencanangan Galeri Investasi BEI merupakan bagian dari strategi OJK dalam memperluas akses masyarakat terhadap edukasi dan investasi yang legal, aman, serta bertanggung jawab.
“Pencanangan Galeri Investasi ini merupakan langkah strategis untuk membangun budaya investasi yang sehat, legal, dan bertanggung jawab, sekaligus mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan pasar modal. Saya mengapresiasi pelaksanaan SEPMT yang rutin digelar setiap tahun, dan tahun ini Kota Kediri mendapat kehormatan menjadi lokasi penyelenggaraan yang juga dihadiri OJK Pusat. Semangat kita sama, yakni memperkuat literasi masyarakat, khususnya di sektor pasar modal,” ungkap Ismirani.
Menurut Ismirani, hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan menunjukkan tingkat literasi keuangan nasional telah mencapai 66,5 persen, sedangkan inklusi keuangan berada di angka 80,5 persen. Namun khusus sektor pasar modal, tingkat literasi baru mencapai 4,1 persen, sementara tingkat inklusinya sebesar 5,2 persen. Kondisi tersebut menunjukkan masih besarnya ruang yang harus dioptimalkan melalui edukasi yang berkelanjutan.
Meski demikian, perkembangan jumlah investor di Indonesia terus menunjukkan tren positif. Hingga Mei 2026, jumlah investor pasar modal nasional telah mencapai 27,75 juta investor. Di Kota Kediri sendiri, hingga April 2026 tercatat sebanyak 23.923 Single Investor Identification (SID) atau tumbuh 29,21 persen secara tahunan (year on year). Nilai transaksi pasar modal di Kota Kediri juga mengalami peningkatan signifikan hingga mencapai Rp1,5 triliun, atau naik 116,67 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
“Peningkatan jumlah investor ini menunjukkan minat masyarakat terhadap investasi semakin tinggi. Namun pertumbuhan tersebut harus diiringi dengan penguatan literasi agar masyarakat mampu memahami manfaat, risiko, serta memilih instrumen investasi yang legal dan sesuai kebutuhan,” jelasnya.
Melalui kegiatan SEPMT 2026, OJK Kediri menghadirkan sejumlah narasumber kompeten, yakni Kepala Divisi Perencanaan, Pengembangan, Evaluasi Literasi dan Edukasi Keuangan OJK Naomi Tri Yuliani, Kepala Wilayah PT Bursa Efek Indonesia Jawa Timur Cita Melisa, serta Direktur Eksekutif Dewan Asosiasi Pelaku Reksa Dana dan Investasi Indonesia Mauldy R. Makmur.
Sosialisasi diikuti oleh perwakilan ASN, Tim Penggerak PKK, serta gabungan organisasi wanita di Kota Kediri sebagai bagian dari upaya memperluas jangkauan edukasi pasar modal kepada berbagai lapisan masyarakat.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Direktorat Analisis Informasi dan Manajemen Krisis Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Bayu Samudro, Ketua TP PKK Kota Kediri Faiqoh A.M. Qowimuddin, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Hery Purnomo, Kepala Unit 2 Pengembangan Pasar PT Bursa Efek Indonesia Nur Rahma Handayani, Branch Manager BNI Sekuritas Cabang Malang Edith, serta sejumlah tamu undangan.(atc/art)
































