Beranda Jawa Timur OJK Kediri Perkuat Peran Media Dorong Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah

OJK Kediri Perkuat Peran Media Dorong Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah

1

Kediri (KUBUS.ID) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kediri terus memperkuat upaya peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah di tengah masyarakat. Salah satunya dengan mendorong insan media untuk ikut berperan dalam menyampaikan edukasi keuangan syariah secara luas dan mudah dipahami.

Hal tersebut disampaikan Kepala OJK Kediri Ismirani Saputri dalam kegiatan Financial Journalist Class sesi kedua yang mengangkat tema “Menguatkan Ekonomi Syariah: Peran OJK dan FKIJK dalam Perkuat Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah”.

Kegiatan tersebut berlangsung di BSI Jalan KH Wahid Hasyim, Bandar, Kota Kediri. Forum ini menjadi ruang penguatan pemahaman bagi jurnalis sekaligus mendorong sinergi antara OJK, industri jasa keuangan, media, dan pemangku kepentingan dalam mengembangkan ekonomi syariah.

Ismirani menilai media mempunyai posisi strategis dalam membantu masyarakat mengenal produk dan layanan keuangan syariah. Melalui pemberitaan yang informatif dengan bahasa sederhana, masyarakat diharapkan semakin memahami manfaat serta karakteristik produk keuangan syariah.

“Goal-nya tentunya saya meminta teman-teman wartawan semuanya yang sudah paham tentang produk-produk syariah membantu meliterasi kepada masyarakat,” ujar Ismirani.

Menurutnya, penguatan literasi menjadi penting karena masih terdapat kesenjangan antara pemahaman dan penggunaan produk keuangan syariah dengan sektor keuangan konvensional.

Berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026, indeks literasi keuangan syariah secara nasional tercatat sebesar 43,07 persen. Sementara itu, indeks inklusi keuangan syariah masih berada di angka 13,24 persen.

Kondisi tersebut menjadi perhatian OJK untuk terus memperluas edukasi sekaligus mendorong masyarakat agar tidak hanya memahami produk keuangan syariah, tetapi juga memiliki kepercayaan dan kemauan untuk memanfaatkannya secara bijak sesuai kebutuhan dan kemampuan.

“Harapan kami kepada teman-teman media untuk membantu peningkatan literasi masyarakat, yang goal akhirnya nanti harapannya adalah tetap di inklusinya juga meningkat,” kata Ismirani.

OJK Kediri sendiri telah menjalankan berbagai program edukasi sebagai bagian dari penguatan literasi keuangan syariah. Salah satunya melalui program School of Syariah (SOS) yang menyasar pelajar sebagai upaya mengenalkan prinsip dan produk keuangan syariah sejak dini.

Melalui kolaborasi antara OJK, media, industri jasa keuangan, FKIJK, pemerintah daerah, lembaga pendidikan, komunitas, dan masyarakat, edukasi keuangan syariah diharapkan semakin masif.

Sinergi tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan pengetahuan masyarakat, tetapi juga membuka akses yang lebih luas terhadap produk dan layanan keuangan syariah yang sesuai kebutuhan.

Dengan penguatan literasi yang dilakukan secara berkelanjutan, OJK Kediri optimistis pemahaman masyarakat terhadap keuangan syariah akan semakin baik dan pada akhirnya mampu mendorong peningkatan inklusi keuangan syariah sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi syariah di daerah.(atc)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini