JAKARTA, KUBUS.ID – Upaya ANDIKA Media membantu pekerja migran asal Nganjuk, Kiki Chandra, yang menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Irak, akhirnya berbuah manis. Kiki kini kembali ke Tanah Air dengan selamat.
Kiki mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang, Rabu (26/8) sekitar pukul 16.30. Sebelumnya, dia bertolak dari Baghdad, Irak, pada Selasa (25/8).
Ketua Umum Relawan Perempuan dan Anak (RPA) Indonesia Jeannie Latumahina mengatakan, setelah tiba di Indonesia, Kiki akan melanjutkan perjalanan menuju kampung halamannya di Nganjuk. Dia akan diantar ke stasiun untuk kemudian menggunakan kereta api.
“Kiki sudah mendarat di Bandara Soekarno-Hatta pukul 16.30. Selanjutnya kami antar ke stasiun untuk naik kereta api menuju Nganjuk,” kata Jeannie saat on air di Radio ANDIKA, Rabu (27/8).
Jeannie menyebut kepulangan Kiki merupakan hasil komunikasi dan sinergi sejumlah pihak. Di antaranya ANDIKA Media, RPA Indonesia, Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI), serta Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia.
Menurutnya, koordinasi lintas lembaga tersebut menjadi kunci dalam memastikan proses pemulangan Kiki berjalan hingga tuntas.
“Kepulangan Kiki ini berkat komunikasi yang sinergis antara ANDIKA Media, RPA Indonesia, BP3MI, dan Kementerian Luar Negeri,” ujar Jeannie.
Sebelumnya, kasus Kiki mendapat perhatian setelah pekerja migran tersebut meminta bantuan melalui ANDIKA Media. Kiki diduga menjadi korban TPPO dan menghadapi persoalan saat bekerja di Irak.
Upaya pendampingan kemudian dilakukan dengan membangun komunikasi bersama pihak-pihak terkait. Proses tersebut akhirnya mengantarkan Kiki kembali ke Indonesia dan segera berkumpul dengan keluarga di Nganjuk.
Kepulangan ini sekaligus menjadi penanda bahwa persoalan pekerja migran tidak berhenti ketika mereka berangkat ke luar negeri. Perlindungan dan pendampingan tetap dibutuhkan ketika mereka menghadapi persoalan, terlebih jika berkaitan dengan dugaan TPPO.(adr)































