BLITAR, (KUBUS.ID) – Jumlah penduduk Kabupaten Blitar mencapai 1.270.673 jiwa berdasarkan rilis data kependudukan semester I 2026. Meski jumlah penduduk laki-laki tercatat lebih banyak dibanding perempuan, kondisi tersebut dinilai masih dalam kategori normal dan belum menunjukkan adanya ledakan populasi.
Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Blitar Tunggul Adi Wibowo mengatakan jumlah penduduk bersifat dinamis karena terus mengalami perubahan. Perubahan tersebut dipengaruhi kelahiran, kematian, serta perpindahan penduduk masuk dan keluar wilayah.
“Kalau kami lihat trennya tiap tahun normal-normal saja,” kata Tunggul saat diwawancarai Radio ANDIKA.
Menurut Tunggul, angka kelahiran di Kabupaten Blitar juga masih tergolong normal. Komposisi penduduk saat ini justru menunjukkan dominasi kelompok usia tertentu, dengan Generasi Z menjadi kelompok terbesar.
Generasi Z, yakni penduduk yang lahir pada 1997 hingga 2012, mencapai sekitar 30 persen dari total penduduk Kabupaten Blitar. Setelah itu, kelompok Generasi X yang lahir pada 1945 hingga 1980 mencapai sekitar 22,8 persen, disusul generasi milenial kelahiran 1981 hingga 1996 sekitar 22,5 persen.
Selain kelahiran, pertambahan maupun perubahan jumlah penduduk juga dipengaruhi mobilitas penduduk. Tunggul menjelaskan, perpindahan penduduk masuk dan keluar Kabupaten Blitar relatif seimbang.
Penduduk yang pindah ke luar daerah memiliki berbagai alasan, antara lain mengikuti keluarga, pernikahan, pendidikan, dan pekerjaan. Pada saat yang sama, terdapat pula penduduk dari luar daerah yang masuk ke Kabupaten Blitar dengan alasan serupa.
Tunggul menilai komposisi penduduk usia produktif di Kabupaten Blitar menjadi modal penting bagi daerah. Jumlah penduduk laki-laki usia produktif tercatat sekitar 445 ribu orang, sedangkan perempuan sekitar 442 ribu orang.
Dengan demikian, selisih jumlah laki-laki dan perempuan dalam kelompok usia produktif hanya sekitar 4.000 orang. Kondisi tersebut menunjukkan komposisi yang relatif berimbang.
Menurut Tunggul, kondisi kependudukan Kabupaten Blitar saat ini belum menunjukkan adanya ledakan populasi. Isu mengenai ledakan penduduk atau bonus demografi memang menjadi perhatian, tetapi kondisi yang tercatat saat ini masih berada dalam situasi normal.
Ia menyebut besarnya jumlah penduduk usia produktif dapat menjadi modal bagi Kabupaten Blitar apabila dikelola dengan baik. Penduduk usia produktif memiliki potensi untuk mendukung aktivitas ekonomi dan pembangunan daerah.
“Untuk saat ini kita masih normal,” ujar Tunggul.
Ia menambahkan, dinamika jumlah penduduk akan terus dipantau melalui data administrasi kependudukan. Perubahan akibat kelahiran maupun mobilitas penduduk menjadi bagian dari perkembangan demografi yang perlu dikelola secara berkelanjutan. (nhd)































