KEDIRI, (KUBUS.ID) – Dewan Kesenian Kabupaten Kediri (DK3) menyayangkan aksi vandalisme yang menimpa kereta pusaka Mbah Gleyor atau Mbah Glinding, kendaraan bersejarah yang diyakini sebagai titihan Bupati Kediri pertama. Peristiwa tersebut dinilai tidak hanya merusak benda cagar budaya, tetapi juga mencederai nilai sejarah dan identitas budaya Kabupaten Kediri yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Ketua Dewan Kesenian Kabupaten Kediri, Imam Mubarok, menegaskan bahwa keberadaan Kereta Mbah Gleyor memiliki nilai historis yang sangat penting sehingga harus dijaga bersama oleh seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, aksi vandalisme terhadap benda berusia ratusan tahun itu merupakan tindakan yang tidak dapat dibenarkan.
“Kami sangat menyesalkan perbuatan tercela yang dilakukan terhadap Kereta Mbah Gleyor. Benda ini memiliki arti penting bagi sejarah Kabupaten Kediri. Kami juga telah melaporkan kejadian ini ke Polsek Kandat agar dapat diproses sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Imam Mubarok.
Ia menjelaskan, lokasi penyimpanan Kereta Mbah Gleyor yang ada saat ini memiliki sejarah tersendiri. Tempat tersebut dibangun pada masa almarhum Muhadi yang saat itu menjabat sebagai Bupati Blitar. Selain kereta pusaka, aksi vandalisme juga dilaporkan terjadi pada salah satu makam keramat di wilayah Desa Kandat.
Imam berharap peristiwa tersebut menjadi momentum untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pentingnya menjaga dan melestarikan warisan budaya daerah. Menurutnya, benda-benda bersejarah bukan sekadar peninggalan masa lalu, tetapi juga menjadi sumber pengetahuan dan identitas yang harus diwariskan kepada generasi mendatang.
Sementara itu, perwakilan Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Kediri, Ahmad Khudori, mengatakan pihaknya telah melakukan pemantauan langsung ke lokasi guna mengetahui tingkat kerusakan akibat aksi vandalisme tersebut. Hasil pemantauan selanjutnya akan dilaporkan kepada pimpinan sebagai dasar penanganan lebih lanjut.
“Kami melakukan pemantauan untuk mengetahui sejauh mana vandalisme yang terjadi dan hasilnya kami laporkan kepada pimpinan. Dari hasil pertemuan bersama, disepakati pintu masuk menuju lokasi Kereta Mbah Gleyor akan ditutup sebagai langkah pengamanan agar kejadian serupa tidak terulang dan benda bersejarah ini tetap terlindungi dari tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab,” jelas Ahmad Khudori.
Dewan Kesenian Kabupaten Kediri mengapresiasi langkah cepat Disbudparpora, pemerintah desa, dan aparat kepolisian dalam menangani peristiwa tersebut. Sinergi seluruh pihak dinilai menjadi kunci penting dalam menjaga keberlangsungan warisan budaya yang menjadi kebanggaan masyarakat Kabupaten Kediri.
Melalui kejadian ini, DK3 mengajak seluruh masyarakat untuk semakin peduli terhadap pelestarian cagar budaya. Menjaga peninggalan sejarah merupakan tanggung jawab bersama agar nilai-nilai budaya dan jejak perjalanan Kabupaten Kediri tetap lestari serta dapat dinikmati dan dipelajari oleh generasi yang akan datang.(atc/stm)































