
KEDIRI, KUBUS.ID – Peringatan Hari Kemerdekaan tak melulu milik mereka yang berseragam necis di istana atau balai kota. Di Kediri, makna kemerdekaan diterjemahkan dengan cara yang jauh lebih membumi, merakyat, dan menyentuh hati. Sebanyak 500 tukang becak se-Kediri Raya mencetak sejarah baru pagi ini (17/8) dalam peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia.
Mengusung tajuk “Kami Juga Upacara”, event akbar inisiasi ANDIKA Media ini menyuguhkan pemandangan yang tak biasa. Ratusan pahlawan jalanan itu tidak sekadar datang untuk berbaris sebagai peserta. Mereka didapuk mengambil alih seluruh posisi vital petugas upacara.
Mulai dari komandan upacara, pasukan pengibar bendera, pembaca Pembukaan UUD 1945, pembaca teks Proklamasi, hingga pembaca doa—semuanya adalah tukang becak.
Momen paling menggetarkan dada justru datang dari sosok Rudy. Pengayuh becak asal Kelurahan Setono Pande, Kota Kediri ini melangkah tegap meski berstatus sebagai penyandang disabilitas. Ia dipercaya mengemban tugas ganda: menjadi ajudan inspektur upacara sekaligus pembawa teks Pancasila.
“Saya sangat bangga dan merinding. Meski saya punya keterbatasan fisik dan sehari-hari hanya menarik becak, hari ini saya diberi amanat sebesar ini untuk negara,” ungkap Rudy dengan senyum yang tak lepas dari wajahnya.
CEO ANDIKA Media, Rofik Huda, yang bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup), menegaskan bahwa pemandangan hari ini bukanlah sebuah gimmick, melainkan pesan tegas tentang makna kesetaraan.
“Kegiatan ini adalah pesan kuat bahwa kemerdekaan adalah hak mutlak seluruh warga negara tanpa terkecuali. Tidak ada sekat profesi, tidak ada kasta status sosial. Tampilnya Pak Rudy dan kawan-kawan hari ini adalah bukti nyata dari nilai-nilai Pancasila itu sendiri,” tegas Rofik dalam amanatnya yang disambut riuh tepuk tangan para peserta.

Konsistensi ANDIKA Media dalam merangkul kelompok marjinal memang patut diacungi jempol. Event “Kami Juga Upacara” telah menjadi agenda tahunan yang dinanti sejak 2023. Pada edisi 2023 dan 2024, acara ini juga sukses melibatkan para tukang becak. Sementara pada tahun 2025 lalu, panggung kehormatan diberikan kepada 250 penyandang disabilitas di Kediri Raya yang hadir sebagai peserta dan petugas upacara.
Semangat membara tak hanya terlihat di lapangan, tapi juga menjalar ke jalanan. Hal ini dibuktikan oleh Mustamar, tukang becak asal Kelurahan Bandar Lor, Kecamatan Mojoroto. Tak ingin sekadar datang, ia menyulap becak kesayangannya menjadi “kendaraan hias” bernuansa merah putih yang meriah, lengkap dengan tulisan Kami Juga Upacara.
“Ini adalah wujud kecintaan saya pada negeri ini. Saya ingin menunjukkan, walau kami ini cuma tukang becak, semangat nasionalisme kami tidak kalah. Merdeka!” seru Mustamar penuh semangat, bersiap mengayuh becaknya kembali usai sang saka Merah Putih berkibar.
Kemeriahan di lapangan nyatanya tak berhenti usai barisan dibubarkan. Suasana justru semakin pecah dan seru di pengujung acara. Usut punya usut, kesuksesan event akbar yang bertabur kebahagiaan ini tak lepas dari kebaikan hati dan dukungan donasi para donatur setia ANDIKA Media.
Berkat kepedulian para donatur tersebut, wajah-wajah lelah nan tangguh para peserta makin semringah saat panitia membagikan puluhan doorprize. Tak tanggung-tanggung, selain mendapat hadiah uang tunai, gelak tawa dan sorak sorai mewarnai ketegangan pengundian grand prize berupa magic com, televisi, hingga kulkas bagi tukang becak yang beruntung.
Salah satunya Nasripin, tukang becak asal Tanjungtani, Prambon, Nganjuk beruntung mendapatkan doorprize berupa uang tunai. Ia mengaku gembira, datang jauh dari Nganjuk ternyata berbuah manis.
“Senang sekali, Alhamdulillah ternyata beruntung dapat hadiah,” ujarnya penuh syukur.
Usai tegang menunggu undian hadiah, perut para pahlawan jalanan ini dimanjakan dengan sajian istimewa. Para peserta diajak duduk membaur dan makan bersama menyantap menu nasi goreng spesial. Istimewanya lagi, menu ini dimasak dan disajikan langsung dari tangan para chef profesional yang tergabung dalam Indonesia Chef Association (ICA) Cabang Kediri.
Kebahagiaan pun semakin lengkap saat mereka pulang. Masing-masing dari 500 tukang becak tersebut dibekali paket beras, bingkisan makanan, serta uang transport untuk keluarga di rumah.(adr)





























