KEDIRI, (KUBUS.ID) – Dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia, puluhan pelajar tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Kediri mengikuti lomba mewarnai karya seni rupa topeng barong. Kegiatan yang diinisiasi untuk mengenalkan warisan budaya leluhur ini sarat akan antusiasme peserta yang unjuk kreativitas.
Sejumlah peserta terlihat berkonsentrasi penuh mewarnai topeng barong di Gedung Baghawanta, Kabupaten Kediri. Dengan tekun dan teliti, mereka menggoreskan kuas cat satu per satu pada bidang topeng tiga dimensi tersebut untuk menghasilkan karya terbaiknya.
Prasetyawan, Ketua Panitia kegiatan yang bertajuk “ABIRAMA 2” ini mengatakan, lomba digelar tidak hanya untuk merayakan HUT ke-81 RI, tetapi juga sebagai upaya strategis memperkenalkan dan melestarikan karya seni rupa topeng barong kepada generasi muda. Ia menambahkan, topeng barong dipilih karena merupakan salah satu peninggalan sejarah kebudayaan nenek moyang yang lekat dengan identitas Kediri.
“Lomba ini digelar tidak hanya untuk merayakan HUT ke-81 RI, tetapi juga sebagai upaya strategis memperkenalkan dan melestarikan karya seni rupa topeng barong kepada generasi muda. Topeng barong dipilih karena merupakan salah satu peninggalan sejarah kebudayaan nenek moyang yang lekat dengan identitas Kediri.” Jelas Prastyawan.
Pemilik Sanggar Kriyaningrat ini berharap, melalui ajang ini, para pelajar diharapkan dapat memahami dan mengenali berbagai karakteristik seni rupa topeng barong secara mendalam. Selain itu, kegiatan tersebut juga memberikan ruang dan wadah positif bagi anak muda yang ingin menyalurkan serta mengekspresikan kreativitas mereka di bidang seni rupa.
“Melalui ajang ini, para pelajar diharapkan dapat memahami dan mengenali berbagai karakteristik seni rupa topeng barong secara mendalam. Selain itu, kegiatan tersebut juga memberikan ruang dan wadah positif bagi anak muda yang ingin menyalurkan serta mengekspresikan kreativitas mereka di bidang seni rupa.” tuturnya.
Dalam pelaksanaan lomba, pihak panitia telah menetapkan berbagai kriteria penilaian yang ketat bagi para peserta. Penilaian utama difokuskan pada aspek pemilihan warna yang harmonis serta tingkat kerapian dalam pengerjaan detail topeng.
“Persiapan peserta cukup matang, terlihat dari ragam teknik pewarnaan yang mereka tampilkan untuk memperebutkan gelar juara,” ujar Pras.
Salah satu peserta, Devi Rahmawati peserta dari salah satu SMP di Kandat, Kediri, mengaku telah melakukan persiapan khusus sejak beberapa hari sebelum lomba dimulai. Ia bahkan menyiapkan berbagai jenis kuas serta mencari referensi pewarnaan yang tepat agar hasilnya memuaskan.
“Saya sudah mempersiapkan diri sejak beberapa hari lalu dengan menyiapkan berbagai jenis kuas dan mencari referensi pewarnaan,” kata Devi.
Secara keseluruhan, tercatat ada 17 peserta yang ambil bagian dalam lomba mewarnai seni rupa tiga dimensi tersebut. Belasan pelajar berbakat ini berasal dari berbagai sekolah menengah pertama di wilayah Kabupaten Kediri dan bersaing secara sportif demi melestarikan seni tradisional daerah.(sof/stm)






























