KEDIRI, (KUBUS.ID) – Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri memastikan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026 berjalan sesuai ketentuan dengan daya tampung SMP Negeri yang masih mampu mengakomodasi kebutuhan calon peserta didik. Meski demikian, hingga berakhirnya proses penerimaan masih terdapat beberapa SMP Negeri yang belum memenuhi kuota peserta didik baru.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, Mochamad Muhsin, menjelaskan, pada tahun 2026 jumlah lulusan Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Kediri mencapai 15.675 siswa. Dari jumlah tersebut, sebanyak 13.261 siswa memilih mendaftar ke SMP Negeri, sementara total daya tampung yang tersedia di seluruh SMP Negeri mencapai 13.472 kursi.
Menurut Muhsin, data tersebut menunjukkan bahwa kapasitas SMP Negeri di Kabupaten Kediri masih mencukupi untuk menampung peserta didik yang ingin melanjutkan pendidikan di sekolah negeri.
“Tahun ini terdapat 15.675 lulusan SD. Dari jumlah tersebut, sebanyak 13.261 siswa mendaftar ke SMP Negeri, sedangkan pagu yang tersedia mencapai 13.472. Artinya, daya tampung SMP Negeri di Kabupaten Kediri masih memadai untuk mengakomodasi para pendaftar,” ujar Muhsin.
Namun demikian, ia mengakui masih terdapat beberapa sekolah yang belum mampu memenuhi kuota penerimaan peserta didik baru. Sekolah tersebut di antaranya SMP Negeri 3 Kras, SMP Negeri 1 Kayen Kidul, SMP Negeri 2 Papar, SMP Negeri 2 Kandangan, SMP Negeri 2 Banyakan Satu Atap, serta SMP Negeri 2 Plemahan.
Muhsin menjelaskan kondisi tersebut lebih dipengaruhi oleh persebaran minat masyarakat yang masih terpusat pada sejumlah sekolah tertentu. Karena itu, Dinas Pendidikan terus berupaya mendorong pemerataan pilihan sekolah agar seluruh satuan pendidikan dapat berkembang secara seimbang.
Sementara itu, jumlah calon peserta didik yang memilih melanjutkan pendidikan ke SMP swasta hingga saat ini tercatat sebanyak 1.287 siswa. Dinas Pendidikan memandang keberadaan sekolah negeri maupun swasta memiliki peran yang sama penting dalam memberikan layanan pendidikan kepada masyarakat.
Jika dibandingkan tahun sebelumnya, jumlah lulusan SD di Kabupaten Kediri memang mengalami penurunan. Pada tahun 2025 tercatat terdapat 16.789 lulusan SD dengan daya tampung SMP Negeri sebanyak 15.202 siswa. Saat itu jumlah pendaftar ke SMP Negeri mencapai 15.720 siswa, sedangkan peserta didik yang melakukan daftar ulang sebanyak 14.378 siswa.
Tren penurunan juga terlihat pada jenjang Sekolah Dasar. Pada pelaksanaan SPMB 2026, jumlah pendaftar SD Negeri tercatat 11.068 siswa, atau berkurang 373 siswa dibandingkan tahun 2025 yang mencapai 11.441 pendaftar.
Muhsin menilai penurunan jumlah peserta didik baru merupakan bagian dari tren demografi yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Meski demikian, Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri menegaskan komitmennya untuk terus menjaga kualitas layanan pendidikan di seluruh satuan pendidikan.
“Kami terus berkomitmen memberikan layanan pendidikan yang berkualitas bagi seluruh peserta didik. Pelaksanaan SPMB tidak hanya berorientasi pada proses penerimaan, tetapi juga memastikan setiap anak memperoleh haknya untuk mengakses pendidikan yang bermutu sesuai ketentuan yang berlaku,” tegas Muhsin.
Melalui pelaksanaan SPMB yang tertib serta didukung daya tampung yang memadai, Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri berharap seluruh lulusan SD dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP sesuai pilihan masing-masing, baik di sekolah negeri maupun swasta. Upaya pemerataan peserta didik juga diharapkan mampu memperkuat kualitas seluruh lembaga pendidikan sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia yang unggul di Kabupaten Kediri.(atc)































