Beranda Kediri Raya Dishub Blitar Apresiasi Peran Radio ANDIKA dalam Menyerap Keluhan Warga soal PJU

Dishub Blitar Apresiasi Peran Radio ANDIKA dalam Menyerap Keluhan Warga soal PJU

2
Ilustrasi kondisi minimnya PJU di Gunung Betet. ( Foto: chatgpt.com)

BLITAR, (KUBUS.ID) – Keluhan masyarakat mengenai minimnya penerangan jalan umum (PJU) di kawasan Gunung Betet, Kabupaten Blitar, mendapat respons dari Dinas Perhubungan Kabupaten Blitar. Menindaklanjuti laporan yang disampaikan melalui Radio ANDIKA, Dishub memastikan akan menambah sekitar 10 hingga 12 titik PJU di jalur tersebut setelah proses administrasi aset rampung.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Blitar, Puguh Imam Susanto, menjelaskan, hingga saat ini jaringan PJU di kawasan Gunung Betet masih menjadi aset Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), sehingga Dishub belum bisa melakukan pemeliharaan maupun penambahan secara penuh.

“Asetnya masih milik Dinas PUPR dan belum diserahkan ke Dinas Perhubungan. Karena itu kami belum bisa melakukan pemeliharaan secara maksimal. Tetapi kalau ada keluhan, teman-teman tetap kami minta segera menanganinya agar lampu yang ada tetap menyala,” kata Puguh saat wawancara dengan Radio ANDIKA.

Menurutnya, persoalan utama di kawasan tersebut bukan seluruh lampu padam, melainkan jarak antar tiang yang terlalu jauh sehingga masih terdapat ruas jalan yang gelap, terutama karena melintasi kawasan hutan.

Untuk mengatasinya, Dishub merencanakan penambahan sekitar 10 hingga 12 titik PJU agar jarak antar lampu menjadi lebih ideal.

“Jarak antar tiang memang terlalu jauh. Ke depan akan kami tambahkan titik-titik di antaranya sehingga jarak idealnya sekitar 40 sampai 50 meter dan tidak ada lagi ruas yang gelap,” ujarnya.

Puguh mengatakan, Dishub saat ini terus berkoordinasi dengan Dinas PUPR terkait proses penyerahan aset. Selain itu, pihaknya juga menjajaki kerja sama dengan PLN agar lampu penerangan baru dapat dipasang pada tiang listrik yang sudah ada sehingga tidak perlu membangun tiang baru.

“Kami juga sedang berkoordinasi dengan PLN. Kalau memungkinkan, lampunya akan ditempel di tiang PLN sehingga prosesnya lebih cepat dan efisien,” jelasnya.

Ia berharap usulan tersebut dapat direalisasikan melalui Perubahan Anggaran 2026 sehingga keluhan masyarakat bisa segera ditindaklanjuti.

Dalam kesempatan itu, Puguh juga mengapresiasi peran Radio ANDIKA yang meneruskan aspirasi masyarakat terkait kondisi PJU di Gunung Betet.

“Saya berterima kasih sekali atas masukan dan saran dari teman-teman, termasuk dari Radio ANDIKA. Ini sangat membantu kami mengetahui keluhan masyarakat di lapangan,” katanya.

Selain Gunung Betet, Dishub Kabupaten Blitar juga tengah menyiapkan program Blitar Terang Benderang, salah satu program prioritas pemerintah daerah. Program ini mencakup penambahan PJU di sejumlah ruas jalan kabupaten, termasuk skema pengambilalihan pembayaran listrik PJU swadaya masyarakat melalui APBD setelah memiliki payung hukum yang memadai. (stm)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini