Beranda Kediri Raya DP2KBP3A Kabupaten Kediri Perkuat Pencegahan Bullying Selama MPLS

DP2KBP3A Kabupaten Kediri Perkuat Pencegahan Bullying Selama MPLS

1578
Kepala DP2KBP3A Kabupaten Kediri, Nurwulan Andadari

KDIRI, (KUBUS.ID) – Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) terus memperkuat upaya pencegahan perundungan (bullying) dan berbagai bentuk kekerasan terhadap anak di lingkungan pendidikan. Momentum Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dimanfaatkan sebagai sarana edukasi untuk membangun budaya sekolah yang aman, nyaman, dan ramah anak.

Komitmen tersebut sejalan dengan arahan Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana yang menegaskan bahwa seluruh satuan pendidikan harus memiliki tekad yang sama untuk mewujudkan lingkungan belajar yang bebas dari bullying maupun bentuk kekerasan lainnya.

“Dengan MPLS ini saya pikir semua sekolah, semua jenjang pendidikan sudah bertekad untuk bebas dari bullying maupun kekerasan yang lain. Ini niatan yang sangat baik,” ujar Mas Dhito.

Menurut Bupati, perundungan merupakan persoalan yang terus muncul dari waktu ke waktu sehingga penanganannya tidak cukup hanya dilakukan ketika kasus terjadi. Yang lebih penting adalah membangun ketangguhan mental anak agar mampu menghadapi berbagai tantangan sekaligus menanamkan nilai-nilai empati sejak dini.

“Bullying sebetulnya selalu ada dari masa ke masa. Karena itu, yang perlu kita lakukan adalah memperkuat mental anak-anak agar mereka tangguh menghadapi berbagai tantangan,” tambahnya.

Dalam implementasinya, DP2KBP3A Kabupaten Kediri aktif memberikan sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap anak di berbagai sekolah selama pelaksanaan MPLS. Edukasi tersebut tidak hanya membahas bentuk-bentuk perundungan, tetapi juga mengenalkan mekanisme pelaporan apabila siswa mengalami atau menyaksikan tindakan bullying.

Kepala DP2KBP3A Kabupaten Kediri, Nurwulan Andadari, menjelaskan bahwa pencegahan kekerasan terhadap anak membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, sekolah, dan keluarga. Menurutnya, lingkungan keluarga memiliki peran penting dalam membentuk karakter anak sehingga mampu menghargai sesama.

“Selama MPLS kami terus memberikan sosialisasi mengenai pencegahan bullying sekaligus menyampaikan kepada siswa saluran pengaduan apabila mengalami ataupun mengetahui adanya perundungan. Dengan begitu, kasus dapat diantisipasi sedini mungkin sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih besar,” terang Nurwulan.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa tidak sedikit pelaku bullying yang sebelumnya juga mengalami kekerasan di lingkungan terdekatnya. Karena itu, keluarga diharapkan menjadi ruang yang aman, hangat, dan terbuka agar anak terbiasa menyampaikan setiap persoalan yang dihadapi.

Hal tersebut juga menjadi perhatian Bupati Kediri. Menurut Mas Dhito, orang tua perlu membangun komunikasi yang baik dengan anak agar mereka tumbuh dalam lingkungan yang penuh kasih sayang.

“Kadang pelaku bullying justru merupakan korban bullying di rumahnya sendiri. Maka saya mengajak para orang tua menciptakan keluarga yang ramah, mau mendengarkan anak, sehingga mereka tidak menjadi pelaku,” tegasnya.

Melalui sinergi yang terus dibangun antara DP2KBP3A, sekolah, tenaga pendidik, orang tua, dan seluruh pemangku kepentingan, Pemerintah Kabupaten Kediri berharap seluruh peserta didik dapat menjalani proses belajar di lingkungan yang aman, nyaman, inklusif, serta terbebas dari segala bentuk kekerasan. Dengan demikian, anak-anak dapat tumbuh menjadi generasi yang tangguh, berkarakter, dan mampu meraih prestasi secara optimal.(atc/stm)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini