Beranda Kediri Raya Lapas Kelas IIA Kediri Perketat Pengamanan, Razia Digelar Minimal Dua Kali Sepekan

Lapas Kelas IIA Kediri Perketat Pengamanan, Razia Digelar Minimal Dua Kali Sepekan

2063
Source: Lapas Kelas II A Kediri

KEDIRI – Lapas Kelas IIA Kediri terus memperketat pengamanan menyusul berbagai kasus penyelundupan barang terlarang yang terjadi di sejumlah lembaga pemasyarakatan. Pengawasan terhadap pengunjung maupun warga binaan kini dilakukan lebih ketat melalui pemeriksaan berlapis, razia rutin, hingga tes urine berkala.

Kepala Lapas Kelas IIA Kediri, Gatot Tri Raharjo, mengatakan saat ini jumlah penghuni lapas mencapai 868 warga binaan. Untuk memudahkan pengawasan, jadwal kunjungan keluarga dibagi menjadi empat hari dalam sepekan, yakni dua hari untuk tahanan dan dua hari untuk narapidana.

“Untuk meningkatkan pengamanan terhadap lalu lintas orang maupun barang yang masuk ke lapas, kami menggunakan dua mesin X-ray untuk mendeteksi logam. Selain itu, seluruh barang bawaan dan badan pengunjung juga diperiksa secara manual oleh petugas,” ujar Gatot saat On Air di Radio ANDIKA.

Menurutnya, langkah tersebut dilakukan untuk mencegah masuknya barang-barang terlarang, seperti narkoba, telepon seluler ilegal, maupun benda-benda yang berpotensi dijadikan senjata tajam di dalam lapas.

Selain pemeriksaan saat jam kunjungan, Lapas Kelas IIA Kediri juga meningkatkan intensitas razia di dalam blok hunian. Gatot menjelaskan, sesuai arahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan, razia minimal dilakukan satu kali dalam sepekan. Namun, arahan tersebut ditingkatkan oleh Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur menjadi minimal dua kali dalam sepekan.

“Di Lapas Kediri, razia tidak hanya dilakukan secara rutin, tetapi juga insidental pada siang, sore, maupun malam hari. Tujuannya untuk meminimalkan bahkan meniadakan keberadaan barang-barang terlarang di dalam lapas,” katanya.

Pelaksanaan razia tersebut juga melibatkan aparat TNI dan Polri sebagai bentuk sinergi dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan lapas.

Belajar dari berbagai modus penyelundupan yang pernah terjadi di lapas lain, termasuk dugaan penyelundupan narkoba melalui bagian tubuh pengunjung perempuan, Lapas Kelas IIA Kediri juga menyiapkan prosedur pemeriksaan khusus. Petugas perempuan ditempatkan untuk melakukan penggeledahan terhadap pengunjung perempuan di ruang tertutup yang telah disediakan sehingga tetap menjaga privasi.

Selain itu, pihak lapas menyediakan 50 unit wartelsus (warung telekomunikasi khusus) yang diawasi CCTV sebagai sarana komunikasi resmi bagi warga binaan. Fasilitas ini diharapkan dapat mengurangi penggunaan telepon seluler ilegal di dalam lapas.

Tak hanya itu, tes urine terhadap warga binaan juga dilakukan secara berkala, terutama bagi narapidana, untuk memastikan tidak ada penyalahgunaan narkoba selama menjalani masa pidana.

“Kami terus berikhtiar semaksimal mungkin agar barang-barang terlarang tidak bisa masuk ke dalam lapas. Kami juga mengajak masyarakat untuk mendukung dan mematuhi seluruh prosedur pemeriksaan saat berkunjung ke Lapas Kelas IIA Kediri,” pungkas Gatot. (stm)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini