Kediri, (KUBUS.ID) – Semangat kebersamaan mewarnai peringatan Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026 yang digelar Polres Kediri melalui kegiatan nonton bareng (nobar) film Tanah Runtuh. Ratusan kursi di salah satu bioskop ternama di Kabupaten Kediri dipenuhi peserta dari berbagai kalangan yang hadir bersama keluarga besar Polres Kediri dalam suasana hangat dan penuh keakraban.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kapolres Kediri AKBP Bramastyo Priaji, S.H., S.I.K., M.Si., didampingi Ketua Bhayangkari Cabang Kediri Ny. Ratih Bramastyo. Turut hadir Wakapolres Kediri, pejabat utama Polres Kediri, para Kapolsek jajaran, Ketua Bhayangkari Ranting, personel Polri, Bhayangkari, Danki Brimob 1 Yon C Kediri beserta anggota, mahasiswa, organisasi kemasyarakatan, Saka Bhayangkara, Senkom Kabupaten Kediri, pelajar, Duta Lalu Lintas, Inu Kirana, hingga perwakilan sektor perbankan dari BRI, BSI, dan Bank Jatim.
Film Tanah Runtuh yang dibintangi Vino G. Bastian mengangkat kisah perjuangan dua kakak beradik yang terpisah dari ibunya akibat konflik. Dalam perjalanan hidupnya, keduanya menemukan harapan melalui kehadiran seorang anggota kepolisian yang memberikan perlindungan dan kepastian di tengah situasi sulit.
Kapolres Kediri AKBP Bramastyo Priaji mengatakan, film tersebut sarat akan nilai-nilai kemanusiaan yang sejalan dengan semangat pengabdian Polri kepada masyarakat. Menurutnya, tugas kepolisian bukan semata menjalankan penegakan hukum, melainkan juga memastikan masyarakat memperoleh rasa aman, perlindungan, dan kepastian ketika menghadapi berbagai persoalan.
“Film ini memberikan banyak pelajaran. Pada akhirnya, masyarakat membutuhkan sosok yang hadir ketika mereka memerlukan bantuan, rasa aman, maupun kepastian. Nilai-nilai seperti itu yang harus terus dijaga dalam pelaksanaan tugas kepolisian,” ujar AKBP Bramastyo.
Lebih lanjut, Kapolres menilai kegiatan nobar menjadi salah satu media efektif untuk mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat. Melalui suasana yang santai dan penuh kekeluargaan, komunikasi dapat terjalin lebih terbuka sehingga tercipta kedekatan emosional yang berdampak positif terhadap upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Forum seperti ini memang sederhana, tetapi menjadi kesempatan untuk bertemu dan berdialog langsung dengan masyarakat. Komunikasi yang baik akan memudahkan kami menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif,” tambahnya.
Melalui kegiatan tersebut, Polres Kediri ingin menunjukkan bahwa membangun keamanan tidak hanya dilakukan melalui langkah-langkah penegakan hukum, tetapi juga dengan menghadirkan ruang interaksi yang mampu memperkuat rasa kebersamaan dan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.
Rangkaian nobar ditutup dengan antusiasme dan apresiasi dari para peserta. Mereka mengaku memperoleh pengalaman berbeda dalam memeriahkan Hari Bhayangkara ke-80. Kehadiran berbagai unsur masyarakat dalam satu ruang menjadi cerminan eratnya sinergi antara Polres Kediri dan masyarakat sebagai modal utama dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban yang aman, damai, serta kondusif di wilayah Kabupaten Kediri.(atc)
































