Psikolog Kediri, Vivi Rosdiana, S.Psi, saat on air bersama jurnalis Radio ANDIKA Eko Supriadi dalam program Dermaga Raya mengatakan, masyarakat yang saat ini sudah menghadapi berbagai tekanan ekonomi dapat semakin terbebani secara mental dengan adanya pernyataan tersebut.
“Pernyataan itu bisa memberikan pengaruh pada masyarakat yang sudah tertekan secara ekonomi. Apalagi saat ini risiko PHK dan angka pengangguran juga meningkat, sehingga tekanan mental yang dirasakan masyarakat menjadi semakin besar,” kata Vivi.
Menurutnya, sebagian masyarakat bisa memaknai klasifikasi tersebut secara negatif. Mereka yang memiliki penghasilan di bawah angka tersebut dapat merasa dipandang sebagai kelompok yang tidak mampu, sehingga memunculkan kecemasan dan tekanan psikologis.
Vivi juga mengingatkan bahwa tekanan ekonomi yang berkepanjangan ditambah berbagai distraksi informasi dapat memengaruhi kondisi mental seseorang. Jika tidak diimbangi dengan komunikasi dan dukungan yang baik, kondisi tersebut dikhawatirkan memicu perilaku di luar kewajaran.
“Ketika seseorang sudah mengalami tekanan ekonomi, kemudian ditambah berbagai informasi yang memengaruhi cara berpikirnya, maka kondisi psikologisnya bisa semakin rentan. Karena itu, komunikasi dan dukungan dari lingkungan sekitar sangat penting,” ujarnya.
Ia menambahkan, masyarakat sebaiknya tidak menjadikan setiap pernyataan pemerintah sebagai beban pikiran yang berlebihan. Menurutnya, menjaga kesehatan mental dan tetap fokus pada tujuan hidup menjadi hal yang tidak kalah penting di tengah situasi ekonomi yang penuh tantangan.
“Jangan sampai setiap pernyataan yang muncul justru membuat kita semakin terpuruk. Yang terpenting adalah tetap menjaga kesehatan mental dan fokus pada tujuan hidup yang ingin dicapai,” pungkasnya.(eko)






























