KEDIRI, (KUBUS.ID) – Menjelang perayaan Hari Raya Idul Adha, Pondok Pesantren Lirboyo Kediri kembali menghadirkan layanan sosial yang bermanfaat bagi masyarakat. Bekerja sama dengan komunitas pecinta, pembuat, dan pengguna pisau Indonesian Blades, ponpes ternama tersebut menggelar program asah pisau gratis guna mendukung kelancaran pelaksanaan penyembelihan hewan kurban.
Kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap tahun ini mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat. Setiap harinya ratusan peralatan penyembelihan dan pemotongan hewan kurban milik warga dibawa ke lokasi untuk diasah oleh para anggota Indonesian Blades secara cuma-cuma.
Ketua Panitia Kurban Ponpes Lirboyo, M. Halim, menjelaskan bahwa program tersebut merupakan bentuk pelayanan kepada masyarakat sekaligus upaya membantu panitia kurban agar memiliki peralatan yang layak digunakan saat proses penyembelihan.
“Kami berharap peralatan yang digunakan untuk penyembelihan hewan kurban benar-benar tajam sehingga prosesnya dapat berjalan lebih mudah, cepat, dan sesuai dengan syariat Islam. Kegiatan ini juga menjadi wujud kepedulian Ponpes Lirboyo kepada masyarakat yang akan melaksanakan ibadah kurban,” ujarnya.
Beragam peralatan dibawa warga untuk diasah, mulai dari pisau sembelih, pisau potong, pisau sayat hingga kapak. Sebagian besar peralatan tersebut memang jarang digunakan dan umumnya hanya dipakai saat momentum Iduladha setiap tahun.
Anggota Indonesian Blades, Didik Eko Yuwono, mengatakan tingginya antusiasme masyarakat menunjukkan kebutuhan akan layanan tersebut masih sangat besar. Menurutnya, ketajaman alat penyembelihan menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung proses penyembelihan yang baik dan sesuai ketentuan.
“Banyak peralatan yang datang kondisinya sudah tumpul karena lama disimpan. Melalui kegiatan ini kami membantu masyarakat agar alat yang digunakan kembali tajam dan siap dipakai saat penyembelihan hewan kurban,” kata Didik.
Kehadiran layanan asah pisau gratis ini juga dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Salah satunya diungkapkan M. Machrus Ali Fikri, warga yang memanfaatkan fasilitas tersebut. Ia mengaku sangat terbantu karena tidak perlu mencari tempat pengasahan sendiri menjelang Iduladha.
“Program ini sangat membantu masyarakat. Kami cukup membawa peralatan ke Ponpes Lirboyo dan saat hari penyembelihan nanti alat sudah siap digunakan. Tentunya ini memudahkan panitia maupun warga yang berkurban,” tuturnya.
Sejak dibuka pada 21 Mei lalu, jumlah peralatan yang diasah mencapai sekitar 200 pisau per hari. Tingginya minat masyarakat membuat kegiatan ini dijadwalkan berlangsung selama tujuh hari dan berakhir sehari sebelum Hari Raya Iduladha.
Panitia memperkirakan jumlah peralatan yang diasah tahun ini kembali menembus angka lebih dari seribu unit, sebagaimana capaian pada tahun-tahun sebelumnya. Melalui kolaborasi antara Ponpes Lirboyo dan Indonesian Blades, kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya membantu masyarakat mempersiapkan ibadah kurban, tetapi juga meningkatkan kesadaran akan pentingnya penggunaan peralatan yang layak demi keselamatan dan kelancaran proses penyembelihan hewan kurban.(atc)




























