Beranda Jawa Timur BPBD Tulungagung Siapkan Tenda Darurat untuk Kelas Sementara SDN 1 Babadan

BPBD Tulungagung Siapkan Tenda Darurat untuk Kelas Sementara SDN 1 Babadan

383

TULUNGAGUNG, KUBUS.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tulungagung akan memasang tenda darurat di SDN 1 Babadan, Kecamatan Karangrejo. Langkah ini diambil guna memfasilitasi kegiatan belajar mengajar sementara setelah dua ruang kelas sekolah setempat mengalami kerusakan pekan lalu.

Kalaksa BPBD Kabupaten Tulungagung, Sudarmaji menyatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi secara intensif dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung mengenai teknis penempatan armada di area sekolah.

Dinas Pendidikan sendiri juga tengah merencanakan pembangunan kembali ruang kelas yang rusak, sembari menunggu hasil survei di lapangan.

“(Sudah komunikasi nanti tenda) ditempatkan di mana, lokasinya di mana. Nanti diatur paling untuk pelaksanaan setelah tahun ajaran baru biar langsung digunakan,” katanya.

Rencananya, operasional tenda darurat ini diproyeksikan mulai berjalan pada Juli bertepatan dengan masuknya siswa baru setelah masa libur panjang usai. Atau pada pertengahan Juli mendatang.

Fasilitas yang akan dikirimkan untuk ruang kelas sementara siswa SDN 1 Babadan ini merupakan model tenda dome berukuran besar dengan dimensi luas sekitar 6×12 meter.

“Tenda dum besar untuk kegiatan belajar mengajar. Tenda darurat itu,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung, Dwi Teguh Prasetya menjelaskan pihaknya telah meninjau langsung lokasi sekolah bersama Dinas Pekerjaan Umum untuk mengkaji kondisi teknis bangunan.

Untuk saat ini, aktivitas ujian para siswa masih bisa diakomodasi dengan memanfaatkan ruang perpustakaan dan musala yang aman.

“Oh itu, kemarin saya kan juga waktu survei dengan (dinas) PU kan juga ke sana untuk melihat kondisi sesuai dengan teknis ya,” ujarnya.

Teguh menerangkan ruang yang ada dinilai masih mencukupi untuk pelaksanaan ujian yang berlangsung singkat. Pihak dinas memastikan kesiapan armada logistik darurat sudah terjalin erat dengan BPBD dan siap didirikan kapan saja.

“Nah, nanti mungkin pada saat pembangunan, kita lihat nanti kalau memang diperlukan tenda kita siapkan,” katanya.

Berdasarkan data dari Dinas Pendidikan, total murid yang terdampak akibat kerusakan ruang kelas di sekolah tersebut mencapai kurang lebih 65 siswa. Kendati demikian, tekanan kebutuhan ruang sedikit berkurang lantaran pelajar kelas 6 telah menyelesaikan seluruh rangkaian ujian.

“Nanti pada saat pembangunan kalau memang dibutuhkan, kita pasang,” ucapnya.

Pihak dinas akan kembali berkoordinasi dengan manajemen sekolah setelah libur ujian selesai untuk menentukan waktu operasional tenda. Mengenai estimasi sarana penunjang kegiatan belajar mengajar darurat, Dwi Teguh Prasetya sudah mengantongi jumlah kebutuhan ideal di lapangan.

“Ya mungkin dua tendalah kalau dari kita mah,” terangnya. (dit/ikj)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini