Kediri, (KUBUS.ID) – Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mulai dirasakan para pedagang pasar di Kabupaten Kediri. Dinas Perdagangan Kabupaten Kediri mencatat mayoritas pedagang mengalami penurunan omzet dan pendapatan hingga 30–40 persen dalam satu bulan terakhir.
Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kediri, drh. Tutik Purwaningsih, M.Si, mengatakan kondisi tersebut diperparah oleh daya beli masyarakat yang sudah melemah sebelum nilai tukar rupiah tertekan. Kenaikan harga sejumlah bahan baku dan kebutuhan pokok membuat aktivitas jual beli di pasar semakin lesu.
Menurut Tutik, dari sekitar 7.000 pedagang yang beroperasi di pasar-pasar Kabupaten Kediri, penurunan omzet paling banyak dirasakan pedagang kebutuhan pokok. Jika sebelumnya penurunan pendapatan berkisar 10–20 persen saat kondisi pasar sepi, kini angkanya mencapai 30–40 persen.
“Yang biasanya mendapatkan pendapatan Rp100 ribu per hari, sekarang hanya sekitar Rp50 ribu sampai Rp60 ribu,” ujarnya.
Tidak hanya pedagang bahan pokok, sektor konveksi juga terdampak cukup signifikan. Penjualan pakaian hanya meningkat pada momen tertentu seperti Idulfitri atau menjelang tahun ajaran baru. Sementara pedagang yang tidak menjual produk musiman mengaku kesulitan mendapatkan pembeli.
Tutik menambahkan, pelaku UMKM juga menghadapi tantangan serupa. Kenaikan harga bahan baku dan kemasan membuat biaya produksi meningkat. Namun di sisi lain, pelaku usaha khawatir kehilangan pelanggan jika harus menaikkan harga jual produk.
Sebagai upaya menjaga keberlangsungan usaha para pedagang, Dinas Perdagangan tengah menyiapkan sejumlah langkah, termasuk mendorong masyarakat berbelanja di pasar tradisional serta merancang stimulus bagi pedagang. Program tersebut masih menyesuaikan kemampuan keuangan daerah di tengah kebijakan efisiensi anggaran.
Selain itu, pemerintah juga akan terus melakukan pemantauan harga dan menggelar pasar murah maupun gerakan pangan murah apabila terjadi lonjakan harga komoditas tertentu.
“Pedagang harus tetap bertahan. Kami juga terus mengevaluasi kondisi di lapangan agar kebijakan pemerintah daerah nantinya bisa membantu para pelaku usaha di Kabupaten Kediri,” kata Tutik.
Meski kondisi ekonomi dinilai cukup berat, Dinas Perdagangan optimistis pelaku usaha dapat bertahan melalui inovasi, kreativitas, serta pemanfaatan platform penjualan digital untuk memperluas pasar. (rif)































