BLITAR, (KUBUS.ID) – Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar mencatat jumlah penderita Diabetes Melitus (DM) terus mengalami peningkatan. Hingga triwulan II tahun 2026, tercatat sebanyak 11.584 penderita diabetes melitus, terdiri dari 5.661 laki-laki dan 5.923 perempuan. Jumlah tersebut dinilai cukup besar karena sebagian besar penderita berada pada usia produktif.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar, dr. Christine Indrawati, M.Kes., mengatakan tren penyakit infeksi di Kabupaten Blitar memang terus menurun. Namun, di sisi lain, penyakit tidak menular, khususnya diabetes melitus, justru menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan.
“Hingga triwulan II tahun 2026, jumlah penderita diabetes melitus yang tercatat mencapai 11.584 orang. Angka ini cukup besar karena rata-rata penderitanya berada pada usia produktif. Sementara itu, tren penyakit infeksi terus menurun, tetapi penyakit tidak menular seperti diabetes melitus justru meningkat signifikan,” ujar dr. Christine.
Menurutnya, meningkatnya kasus diabetes tidak hanya dipengaruhi faktor keturunan, tetapi juga erat kaitannya dengan gaya hidup dan pola makan masyarakat. Konsumsi makanan dan minuman tinggi gula secara berlebihan, kurangnya aktivitas fisik, hingga minimnya kesadaran menjaga pola hidup sehat menjadi faktor utama yang memicu meningkatnya kadar gula darah.
“Ada banyak faktor yang menyebabkan temuan penderita diabetes melitus terus meningkat. Selain faktor genetik, banyak masyarakat yang masih mengabaikan pola hidup sehat, gemar mengonsumsi makanan dan minuman manis secara berlebihan, tidak terkontrol, serta kurang berolahraga. Hal-hal tersebut menjadi pemicu utama penyakit ini,” jelasnya.
Karena itu, dr. Christine mengimbau masyarakat agar mulai menerapkan pola hidup sehat dengan mengatur pola makan, rutin berolahraga, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala. Menurutnya, deteksi dini sangat penting agar diabetes dapat ditangani lebih cepat dan risiko komplikasi dapat dicegah.
“Jangan menunggu sampai muncul keluhan. Biasakan melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin agar penyakit bisa diketahui lebih awal dan penanganannya tidak terlambat,” pungkasnya. (far)































