Beranda Kediri Raya Pemkot Kediri Mantapkan Persiapan BIAS 2026 untuk Lindungi Kesehatan Pelajar

Pemkot Kediri Mantapkan Persiapan BIAS 2026 untuk Lindungi Kesehatan Pelajar

853

KEDIRI, (KUBUS.ID) – Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Kesehatan memperkuat sinergi lintas instansi dalam menyambut pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) 2026 yang dijadwalkan berlangsung serentak mulai Agustus mendatang. Sebagai langkah awal, digelar kegiatan sosialisasi yang melibatkan 170 peserta, terdiri atas perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait serta para guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) serta pembina Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) dari seluruh SD dan MI di Kota Kediri.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri, dr. Hamida, menjelaskan bahwa kegiatan koordinasi ini dirancang sebagai strategi utama untuk mendongkrak cakupan imunisasi anak usia sekolah. Perwakilan sekolah diminta untuk berperan aktif mulai dari tahap pendataan sasaran, membantu validasi data siswa, hingga menggencarkan edukasi kepada orang tua agar bersedia memberikan izin.

“Melalui rapat koordinasi ini, perwakilan sekolah diharapkan turut menyukseskan pelaksanaan BIAS mulai dari menyiapkan data sasaran peserta imunisasi, membantu pendataan siswa, hingga memberikan edukasi dan sosialisasi baik untuk siswa maupun orang tua atau wali murid mengenai pentingnya imunisasi,” terang dr. Hamida.

Dalam program BIAS tahun ini, pemerintah menyiapkan sejumlah jenis vaksin lanjutan yang disesuaikan dengan tingkat jenjang pendidikan anak. Vaksin yang disuntikkan mencakup Difteri Tetanus (DT), Measles Rubella (MR), serta vaksin Human Papillomavirus (HPV) khusus bagi siswi perempuan sebagai langkah pencegahan dini terhadap kanker leher rahim atau serviks.

Pihak Dinas Kesehatan juga menekankan nilai strategis program ini mengingat tingginya biaya vaksin secara mandiri di luar fasilitas kesehatan resmi.

“Harga vaksin HPV secara mandiri di fasilitas kesehatan tergolong mahal dan dapat mencapai jutaan rupiah untuk rangkaian dosis yang diperlukan. Oleh karena itu, manfaatkan program BIAS ini karena anak-anak yang memenuhi kriteria sasaran bisa mendapatkan vaksin secara gratis,” imbuh dr. Hamida.

Rangkaian pelaksanaan imunisasi massal ini dijadwalkan berjalan dari Agustus hingga November berdasarkan alur dan jadwal dari puskesmas setempat. Sebelum menerima suntikan, orang tua diimbau untuk memastikan kondisi fisik anak dalam keadaan prima serta mengisi formulir skrining kesehatan yang dibagikan pihak sekolah.

“Seiring bertambahnya usia, kekebalan tubuh anak terhadap beberapa penyakit bisa menurun sehingga butuh dosis penguat untuk menjaga kekebalan tersebut. Dengan mengikuti imunisasi, dapat memperkuat kekebalan tubuh anak, melindungi dari penyakit berbahaya, serta mendukung lingkungan sekolah yang sehat,” jelasnya.

Untuk menjamin kelancaran teknis dan transparansi informasi, sosialisasi ini turut menghadirkan narasumber kompeten dari Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kediri dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) cabang setempat. Kehadiran para ahli tersebut bertujuan untuk memberikan pemahaman komprehensif kepada para pendidik mengenai standar keamanan vaksin serta prosedur penanganan medis selama proses vaksinasi berlangsung.

Respon positif turut datang dari para tenaga pendidik di lapangan, salah satunya Luhung Dian Arga, Guru PJOK SDN Gayam 1, yang menilai program BIAS konsisten memberikan dampak nyata bagi tingkat kesehatan dan kehadiran siswa di sekolah.

“Kegiatan ini rutin dilakukan setiap tahunnya, dan tentunya memberikan dampak positif terhadap kondisi kesehatan siswa di Sekolah” pungkasnya. (sof/stm)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini