Tulungagung (KUBUS.ID) – Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung mengonfirmasi adanya temuan obat antidiare dan minuman kelapa muda kemasan di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pakisrejo, Kecamatan Rejotangan. Temuan tersebut didapat saat tim Dinkes melakukan inspeksi menyusul dugaan kasus keracunan makanan yang dilaporkan terjadi pada Rabu lalu.
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Tulungagung, dr. Aris Setiawan, M.Kes., menjelaskan bahwa tim yang terdiri atas petugas surveilans, kesehatan lingkungan, dan Satgas mendatangi lokasi untuk memantau kondisi dapur sekaligus mengambil sampel makanan yang diduga berkaitan dengan kejadian tersebut. Sampel makanan kemudian dikirim ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BBLKM) Surabaya untuk dilakukan pengujian.
Saat melakukan pemeriksaan di dapur SPPG Pakisrejo, tim menemukan sejumlah paket yang masing-masing berisi satu minuman kelapa muda kemasan dan obat herbal antidiare. Paket-paket tersebut telah dikemas dalam kantong kresek berwarna merah dan, berdasarkan keterangan pengelola dapur, disiapkan untuk dibagikan kepada penerima manfaat yang mengalami keluhan setelah mengonsumsi makanan bergizi gratis (MBG). Pengelola menyebut paket tersebut merupakan bentuk perhatian atau antisipasi bagi penerima yang mengalami keluhan.
Meski obat yang ditemukan merupakan obat bebas berlogo hijau yang dapat dibeli tanpa resep, Dinkes menilai pemberiannya sebaiknya tetap melibatkan tenaga kesehatan. Menurut dr. Aris, langkah preventif memang tidak menjadi persoalan, namun distribusi obat harus memperhatikan ketepatan sasaran, dosis, dan penggunaannya agar lebih aman bagi masyarakat.
Dinkes Tulungagung juga mengingatkan bahwa tugas utama SPPG adalah menyiapkan dan mendistribusikan makanan bergizi. Apabila terdapat penerima manfaat yang mengalami gangguan kesehatan, pengelola SPPG diimbau segera berkoordinasi dengan puskesmas atau petugas kesehatan setempat. Dinkes menegaskan siap berkolaborasi untuk mendukung pelaksanaan program pemenuhan gizi sekaligus memastikan aspek kesehatan masyarakat tetap terjaga.
Sementara itu, hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan yang diambil dari dapur SPPG masih menunggu hasil dari BBLKM Surabaya. Dinkes berharap evaluasi ini dapat menjadi pembelajaran agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari. (rif)






























