KEDIRI, (KUBUS.ID) – Pemerintah Kabupaten Kediri terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan sarana olahraga berstandar nasional melalui percepatan pembangunan Stadion Gelora Daha Jayati (GDJ). Memasuki pekan ketujuh pekerjaan tahap ketiga, progres pembangunan berjalan sesuai target dengan mulai berdatangan berbagai material utama, terutama komponen penutup atap stadion.
Langkah percepatan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkab Kediri agar pekerjaan konstruksi dapat diselesaikan tepat waktu sekaligus mengantisipasi datangnya musim hujan. Dengan demikian, struktur utama stadion dapat terlindungi sehingga proses pembangunan tetap berjalan optimal.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kediri, Irwan Chandra Wahyu Purnama, mengatakan seluruh tahapan pekerjaan masih berada pada jalur yang telah direncanakan. Memasuki Agustus 2026, proses erection atau pemasangan rangka atap dijadwalkan mulai dilaksanakan.
“Kami berharap akhir November 2026 pekerjaan tahap ketiga sudah selesai. Fokus utama tahap ini adalah pemasangan penutup atap, pembangunan dinding pengaman tanah di sisi utara, serta penyelesaian fondasi pagar keliling stadion,” ujarnya.
Menurut Irwan, kondisi cuaca yang masih berada pada musim kemarau memberikan keuntungan bagi pelaksanaan proyek. Namun, Pemerintah Kabupaten Kediri tetap mengantisipasi potensi hambatan ketika intensitas hujan mulai meningkat. Oleh karena itu, pemasangan penutup atap menjadi prioritas agar konstruksi utama stadion segera terlindungi.
“Kalau musim kemarau seperti sekarang relatif aman. Kendala biasanya muncul saat hujan. Karena itu kami mengejar agar penutup atap bisa selesai sebelum musim hujan,” katanya.
Tak hanya fokus pada pembangunan fisik, Pemkab Kediri juga menyiapkan peningkatan fasilitas pendukung guna menunjang kualitas stadion. Salah satunya melalui Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) dengan rencana penambahan sistem penerangan agar Stadion Gelora Daha Jayati mampu memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pertandingan pada malam hari.
Sebagai salah satu opsi, Pemerintah Kabupaten Kediri tengah mengkaji pemanfaatan sebagian lampu stadion yang saat ini berada di Stadion Canda Bhirawa, Pare. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk efisiensi tanpa mengurangi fungsi stadion yang telah ada.
“Kami masih akan berdiskusi dengan pimpinan dan TAPD. Rencananya sebagian lampu di Stadion Canda Bhirawa akan dipindahkan untuk menambah tingkat pencahayaan di stadion baru, bukan dipindahkan seluruhnya,” jelas Irwan.
Dalam proses pembangunannya, Pemkab Kediri juga terus menjalin koordinasi intensif dengan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). Tim teknis beberapa kali melakukan konsultasi di Jakarta, sementara perwakilan PSSI juga telah meninjau langsung lokasi pembangunan untuk memberikan masukan terhadap penyempurnaan fasilitas stadion.
Irwan menegaskan, pembangunan Stadion Gelora Daha Jayati tidak hanya mengejar kemegahan bangunan, tetapi juga memastikan seluruh aspek keselamatan dan keamanan memenuhi regulasi yang berlaku. Standar yang diterapkan mengacu pada ketentuan PSSI maupun FIFA sehingga stadion nantinya layak digunakan sebagai venue kompetisi sepak bola profesional.
“Yang paling ditekankan bukan hanya stadion yang megah atau indah, tetapi bagaimana standar keamanannya benar-benar terpenuhi sesuai ketentuan PSSI dan FIFA,” ungkapnya.
Secara keseluruhan, Pemerintah Kabupaten Kediri menargetkan pembangunan Stadion Gelora Daha Jayati selesai pada 2027. Selanjutnya, penyempurnaan berbagai fasilitas agar memenuhi seluruh standar penyelenggaraan kompetisi profesional ditargetkan rampung pada 2028.
Terkait peluang Stadion Gelora Daha Jayati menjadi kandang Persik Kediri, Irwan menyebut komunikasi awal dengan manajemen klub telah dilakukan. Namun, keputusan mengenai pemanfaatan stadion sebagai home base masih akan menunggu penyelesaian seluruh tahapan pembangunan serta terpenuhinya standar teknis dan keamanan yang dipersyaratkan.
Dengan percepatan pembangunan yang terus dilakukan, Pemkab Kediri optimistis Stadion Gelora Daha Jayati akan menjadi ikon baru olahraga di Kabupaten Kediri. Kehadiran stadion modern ini diharapkan tidak hanya mendukung pembinaan atlet dan penyelenggaraan kompetisi, tetapi juga menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi daerah melalui sektor olahraga, pariwisata, dan kegiatan masyarakat berskala besar.(atc/stm)






























