Beranda Jawa Timur Jalur Alternatif Jembatan Gondang 1 Macet, Sejumlah Truk Bandel Ditilang

Jalur Alternatif Jembatan Gondang 1 Macet, Sejumlah Truk Bandel Ditilang

49

Tulungagung (KUBUS.ID) -Evaluasi rekayasa lalu lintas imbas penutupan Jembatan Gondang 1 Tulungagung menunjukkan masih adanya pelanggaran. Sejumlah kendaraan roda enam ke atas nekat melintasi jalur alternatif Cabe-Macanbang, Kecamatan Gondang, yang bukan peruntukannya.

Akibat pelanggaran tersebut, kemacetan sempat terjadi di simpang empat Cabe akibat penumpukan kendaraan dari arah utara. Polisi akhirnya mengambil tindakan tegas dengan menilang sekitar lima unit truk yang melanggar.

KBO Satlantas Polres Tulungagung, Iptu Zainudin menjelaskan bahwa pola pengalihan arus lalu lintas ini sebenarnya sudah diterapkan sejak Selasa, 2 Juni lalu. Petugas gabungan juga telah disiagakan di titik-titik krusial seperti dari wilayah Durenan Trenggalek untuk mengarahkan kendaraan besar.

Namun, beberapa pengemudi truk dinilai sengaja melintasi jalur alternatif yang sempit hingga memicu keluhan dari masyarakat setempat.

“Terbukti kemarin sore sempat ada antrean panjang di situ ya. Sedikit trouble, makanya kita kemarin penguraian cukup lama juga di situ, hampir 2 jam,” kata Zainudin.

Menurut Zainudin, kemacetan paling parah dipicu oleh kendaraan roda enam ke atas yang datang dari arah utara atau kawasan GOR Lembu Peteng. Pengemudi truk tersebut nekat berbelok ke selatan di simpang tiga Timur Polsek Kalangbret.

Hingga akhirnya terjebak dan bertemu arus kendaraan lain di Simpang Empat Cabe. Padahal, rambu larangan dan petunjuk arah sudah dipasang dengan jelas di sepanjang rute tersebut.

“Roda enam tapi yang long-long (panjang) itu kita tindak karena memang terbukti mengganggu dan masyarakat situ udah mulai resah,” jelasnya.

Zainudin menambahkan bahwa penindakan tilang ini sengaja dilakukan agar memicu efek jera secara berantai antarsesama sopir angkutan barang. Langkah ini diambil karena jika dibiarkan tanpa pengawalan, pola rekayasa lalu lintas yang sudah disiapkan dipastikan akan gagal akibat rendahnya kesadaran sebagian pengguna jalan.

“Kemarin sementara masih lima ya. Ini masih kita tindak untuk sampel aja sebenarnya,” ucap Zainudin.

Terkait jenis kendaraan, Zainudin menegaskan penindakan difokuskan pada truk ban dobel. Sementara untuk armada layanan publik seperti bus sekolah tetap diberikan dispensasi demi kelancaran akses pendidikan anak-anak.

Berdasarkan hasil pemetaan, penumpukan kendaraan rawan terjadi pada jam berangkat kerja pukul 07.00-08.00 WIB serta jam pulang kerja mulai pukul 15.30 WIB hingga menjelang petang.

“Nanti kita optimalkan untuk menghalau truk-truk tersebut biar enggak lewat situ,” tandasnya. (dit)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini