KEDIRI, (KUBUS.ID) – Kapolres Kediri AKBP Dr. Muh. Wahyudin Latif, S.H., S.I.K., M.Si. menegaskan komitmennya memperkuat keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) melalui sistem pengamanan berbasis kolaborasi. Salah satu langkah yang dilakukan yakni penguatan Sabuk Kamtibmas dengan melibatkan unsur TNI, Polri dan masyarakat.
Penguatan tersebut ditandai dengan Apel Besar Sabuk Kamtibmas Polres Kediri Tahun 2026 yang digelar serentak di lima Polsek jajaran, Rabu (26/8/2026). Apel berlangsung di Mapolsek Ngasem, Plosoklaten, Purwoasri, Ringinrejo dan Kandangan dengan melibatkan personel Polres serta Polsek jajaran.
Kapolres Kediri AKBP Muh. Wahyudin Latif menyampaikan, sistem keamanan tidak dapat hanya mengandalkan aparat. Keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting untuk menciptakan lingkungan yang aman sekaligus mempercepat penyampaian informasi ketika muncul potensi gangguan.
“Kita perlu memperkuat deteksi dini dan pencegahan. Setiap potensi gangguan harus dikenali sejak awal agar bisa ditangani sebelum berkembang,” tegas AKBP Latif.
Menurutnya, Sabuk Kamtibmas harus dibangun hingga tingkat desa dan komunitas. Untuk itu, komunikasi antara kepolisian dan masyarakat perlu dilakukan secara intensif melalui pendekatan yang dekat dengan kehidupan warga.
Sejumlah kegiatan informal seperti cangkrukan, ngopi bersama hingga nonton bareng di lingkungan Polsek dinilai dapat menjadi ruang komunikasi yang efektif. Melalui interaksi tersebut, aparat dapat lebih mudah menyerap aspirasi sekaligus mengetahui perkembangan situasi di tengah masyarakat.
Penguatan pengamanan juga dilakukan melalui patroli bersama dan penjagaan sejumlah objek vital. Langkah tersebut diarahkan untuk memastikan situasi keamanan tetap kondusif sehingga aktivitas masyarakat maupun proses pembangunan di wilayah Kabupaten Kediri dapat berjalan dengan lancar.
Kapolres Kediri juga memberikan perhatian terhadap perkembangan ruang digital yang berpotensi menjadi sumber gangguan kamtibmas. Hoaks, propaganda digital dan berbagai bentuk disinformasi perlu diantisipasi melalui peningkatan kewaspadaan serta kemampuan masyarakat dalam menyaring informasi.
Selain itu, potensi konflik sosial, radikalisme, bencana alam hingga gangguan ketertiban menjadi sejumlah ancaman yang membutuhkan kesiapsiagaan dan koordinasi lintas sektor.
AKBP Latif mengingatkan seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga ruang demokrasi agar tetap berlangsung secara sehat, damai dan bermartabat. Perbedaan pendapat, menurutnya, harus disikapi secara dewasa tanpa diwarnai provokasi maupun tindakan anarkis.
“Stabilitas keamanan merupakan bagian penting dalam menjaga keberlangsungan pembangunan dan aktivitas masyarakat. Karena itu, mari bersama-sama menjaga situasi tetap aman, damai dan kondusif,” ujarnya.
Melalui Apel Besar Sabuk Kamtibmas tersebut, Polres Kediri memperkuat sinergi dengan seluruh elemen masyarakat hingga tingkat komunitas. Pola pengamanan yang mengedepankan kolaborasi dan deteksi dini diharapkan mampu mencegah berbagai potensi gangguan sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.
Dengan keterlibatan aktif masyarakat, TNI dan Polri, Sabuk Kamtibmas diharapkan menjadi fondasi pengamanan yang semakin kuat, responsif dan mampu menjawab dinamika keamanan di wilayah Kabupaten Kediri.(atc/stm)































