KEDIRI, KUBUS.ID – Tingkat hunian (okupansi) hotel di wilayah Kediri Raya selama musim libur sekolah tahun ini mengalami kenaikan, meski belum signifikan. Bertepatan dengan dimulainya tahun ajaran baru, masyarakat dinilai lebih memprioritaskan kebutuhan pendidikan dibandingkan berwisata.
Kata Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Cabang Kediri Raya, Sri Rahayu Titik Nuryati, okupansi hotel anggota PHRI saat ini mencapai sekitar 66 persen, naik tipis dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang berada di kisaran 60 persen.
“Kenaikannya tidak begitu banyak, tidak sampai 10 persen. Tahun lalu okupansi sekitar 60-an persen, sekarang sekitar 66 persen,” ujarnya saat diwawancarai melalui sambungan telepon, Jumat (3/7).
Menurut perempuan yang akrab disapa Bunda Yayuk itu, momen libur sekolah yang berbarengan dengan tahun ajaran baru membuat banyak keluarga mengalokasikan anggaran untuk kebutuhan sekolah anak. Selain itu, kondisi ekonomi dan nilai tukar dolar yang masih tinggi juga turut memengaruhi daya beli masyarakat.
Meski kenaikan okupansi selama libur sekolah relatif terbatas, PHRI Kediri Raya optimistis tingkat hunian hotel akan meningkat sepanjang Juli. Optimisme tersebut didorong oleh berbagai agenda yang digelar Pemerintah Kota Kediri dalam rangka peringatan Hari Jadi Kota Kediri.
Bunda Yayu mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Kediri yang telah menyiapkan beragam kegiatan untuk menarik kunjungan wisatawan.
“Mulai 4 Juli sudah banyak agenda. Mudah-mudahan okupansi hotel bisa meningkat karena terbantu oleh event-event pemerintah daerah, bukan semata-mata dari liburan sekolah,” katanya.
PHRI juga berharap pemerintah di Kota dan Kabupaten Kediri dapat terus bersinergi menghadirkan berbagai kegiatan yang mampu menarik wisatawan. Menurut Bunda Yayu, semakin banyak event yang digelar, semakin besar pula peluang peningkatan okupansi hotel serta kontribusinya terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Di sisi lain, ia mengingatkan pelaku usaha perhotelan untuk terus berinovasi menghadapi persaingan yang semakin dinamis. Setiap hotel didorong menghadirkan layanan dan program unggulan agar memiliki daya tarik tersendiri di mata wisatawan.
“Setiap hotel harus memiliki inovasi dan karakteristik yang berbeda agar tamu memiliki banyak pilihan dan tertarik untuk menginap,” pungkasnya. (ikj)
































