Beranda Jawa Timur Pemkab Kediri Intensif Tekan Angka Anak Tidak Sekolah, Targetkan Menuju Zero ATS

Pemkab Kediri Intensif Tekan Angka Anak Tidak Sekolah, Targetkan Menuju Zero ATS

0

Kediri (KUBUS.ID) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri terus memperkuat langkah untuk menekan angka Anak Tidak Sekolah (ATS) sekaligus memastikan setiap anak memperoleh hak pendidikan yang layak. Berbagai pendekatan dilakukan, mulai dari penjangkauan langsung ke rumah sasaran hingga penguatan peran guru dan tenaga kependidikan melalui gerakan 1 GTK 1 ATS.

Komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana dalam memperluas akses pendidikan bagi seluruh anak di Kabupaten Kediri. Pemkab tidak hanya mengandalkan data administrasi, tetapi juga turun langsung untuk mengetahui alasan anak tidak melanjutkan pendidikan.

Melalui program home visit, petugas mendatangi rumah anak dan keluarga sasaran untuk menggali berbagai faktor yang menyebabkan anak tidak bersekolah. Pendekatan tersebut diharapkan mampu menghasilkan penanganan yang lebih tepat sesuai kondisi masing-masing keluarga.

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana melalui Sekretaris Daerah Kabupaten Kediri Mohamad Solikin menegaskan bahwa pendidikan merupakan hak dasar yang harus dijamin secara bersama.

“Kita harus memastikan anak-anak di Kabupaten Kediri mendapatkan hak untuk tumbuh, berkembang dan memperoleh pendidikan,” kata Solikin saat menghadiri Pengumuman dan Awarding Home Visit ATS Award 2026 di Gedung Bagawanta Bhari.

Menurut Solikin, persoalan ATS tidak berdiri sendiri. Kondisi sosial dan ekonomi keluarga turut menjadi faktor yang memengaruhi keberlanjutan pendidikan anak. Karena itu, penanganannya membutuhkan keterlibatan lintas sektor dan kepedulian bersama.

Pemkab Kediri mendorong seluruh pihak untuk mengambil peran dalam mengidentifikasi anak yang belum memperoleh akses pendidikan, sekaligus membantu mencarikan solusi agar mereka dapat kembali bersekolah atau memperoleh layanan pendidikan yang sesuai.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri Mokhamat Muhsin mengatakan, program penjangkauan ATS telah berjalan selama enam bulan. Dalam pelaksanaannya, sekitar 750 visitor diterjunkan untuk melakukan kunjungan langsung kepada anak-anak yang teridentifikasi tidak sekolah.

Hasilnya menunjukkan adanya penurunan signifikan jumlah ATS. Berdasarkan data awal yang mencapai 11.181 anak, kini jumlah tersebut berhasil ditekan menjadi 5.725 anak.

“Dari data awal sebanyak 11.181 anak tidak sekolah, saat ini berhasil kita turunkan hingga tersisa 5.725 anak. Capaian ini akan terus kita tindak lanjuti melalui visitasi dan penjangkauan hingga akhir tahun,” jelas Muhsin.

Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri selanjutnya menargetkan angka ATS dapat kembali ditekan hingga 70–80 persen pada akhir 2026. Upaya tersebut akan terus dilakukan melalui visitasi, pendampingan, serta koordinasi dengan keluarga dan berbagai pemangku kepentingan.

Dalam jangka panjang, Pemkab Kediri membidik terwujudnya Zero ATS, yakni kondisi ketika tidak ada lagi anak di Kabupaten Kediri yang kehilangan akses terhadap pendidikan.

Langkah tersebut sekaligus menegaskan komitmen Pemkab Kediri untuk membangun sumber daya manusia melalui pemerataan kesempatan belajar. Dengan kolaborasi pemerintah, tenaga pendidik, keluarga dan masyarakat, setiap anak diharapkan memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh, berkembang, dan meraih masa depan melalui pendidikan.(atc)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini