Kediri (KUBUS.ID) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri terus mempercepat pembangunan Stadion Gelora Daha Jayati (GDJ) di Desa Bulusari, Kecamatan Tarokan. Memasuki tahap ketiga, pembangunan kini difokuskan pada pemasangan konstruksi rangka dan penutup atap stadion sebagai bagian penting untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai target.
Proyek dengan nilai sekitar Rp57 miliar tersebut pada tahap ini memiliki bobot pekerjaan terbesar pada konstruksi atap, yakni sekitar 70 persen. Sementara pekerjaan lainnya mencakup site development, antara lain pembangunan dinding penahan tanah di area luar stadion serta penataan akses jalan kawasan.
Pemkab Kediri memberikan perhatian khusus terhadap pekerjaan atap karena proses tersebut ditargetkan dapat dikebut sebelum memasuki musim penghujan. Untuk mempercepat pemasangan rangka, kontraktor mengoperasikan tiga crane secara bersamaan.
Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana melalui Plt Kepala Dinas Perkim Kabupaten Kediri, Irwan Chandra Wahyu Purnama, mengatakan penggunaan tiga crane menjadi salah satu strategi percepatan pekerjaan.
“Dengan menggunakan tiga crane ini kita harapkan di pertengahan September pemasangan rangka sudah selesai dan tinggal memasang atap,” kata Irwan.
Percepatan tersebut terlihat dari perkembangan pekerjaan di lapangan. Pemasangan konstruksi rangka yang dimulai sejak 23 Juli 2026 dari sisi selatan stadion, kini telah berkembang hingga menyambungkan bagian atap sisi barat dan timur. Sebagian tenaga kerja juga mulai diarahkan untuk mengerjakan rangka atap di sisi utara.
Irwan menyebut berdasarkan laporan progres hingga 23 Agustus 2026, pelaksanaan pekerjaan menunjukkan capaian positif dengan deviasi sebesar plus 35,443 persen.
“Sebagian pekerja juga mulai bergeser mengerjakan rangka atap sisi utara. Dari laporan per 23 Agustus, deviasi pekerjaan plus 35,443 persen,” ungkapnya.
Selain konstruksi utama stadion, Pemkab Kediri juga menggarap pekerjaan pendukung melalui site development. Saat ini, pengerjaan dinding penahan tanah dilakukan di sisi timur dan selatan area luar stadion.
Pembangunan dinding penahan tersebut dinilai penting karena kondisi elevasi kawasan stadion lebih tinggi dibandingkan lahan di sekitarnya. Infrastruktur tersebut diproyeksikan untuk memperkuat kawasan sekaligus meminimalkan risiko longsor.
Dalam pembangunan Stadion GDJ, Pemkab Kediri tidak hanya mengejar kecepatan pengerjaan. Aspek keamanan dan keselamatan juga menjadi perhatian, termasuk dengan mengacu pada rekomendasi Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI).
Perhatian tersebut juga mencakup infrastruktur pendukung di sekitar stadion, khususnya akses mobilitas penonton dan suporter. Jalan di sebelah utara stadion yang saat ini masih satu jalur direncanakan diperlebar dan ditambah satu jalur.
Penambahan kapasitas akses juga dipersiapkan pada sisi selatan yang pengerjaannya menjadi bagian dari Dinas PUPR.
“Akses jalan bagian utara yang saat ini satu jalur rencananya akan ditambah satu jalur sambil kita konsultasikan intens dengan PSSI,” tambah Irwan.
Dengan capaian progres yang telah melampaui target, Pemkab Kediri berharap pembangunan Stadion Gelora Daha Jayati dapat diselesaikan sesuai jadwal. Berdasarkan kontrak, pelaksanaan proyek berlangsung selama 180 hari kalender, terhitung sejak 3 Juni hingga 29 November 2026.
Percepatan pembangunan tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemkab Kediri dalam menghadirkan fasilitas olahraga yang representatif, aman, serta didukung infrastruktur kawasan yang memadai bagi masyarakat dan aktivitas olahraga di Kabupaten Kediri.(atc)































