Beranda Kediri Raya Sebagian Lahan Jadi Mapolsek Ngantru, Pasar Pojok di Tulungagung Bakal Ditata Ulang

Sebagian Lahan Jadi Mapolsek Ngantru, Pasar Pojok di Tulungagung Bakal Ditata Ulang

2083

TULUNGAGUNG, (KUBUS.ID) — Rencana pembangunan gedung baru Mapolsek Ngantru akan menempati sebagian lahan di kawasan Pasar Pojok di Kecamatan Ngantru. Kondisi ini membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung mulai melakukan penataan ulang pedagang pasar dengan menggelontorkan anggaran hingga sekitar Rp 4 miliar.

Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, mengungkapkan bahwa fokus utama dalam penataan ini adalah meminimalisasi dampak negatif bagi para pelaku usaha di pasar tersebut. Pihaknya berupaya agar sinkronisasi lahan untuk fasilitas keamanan dan fasilitas perdagangan bisa berjalan beriringan tanpa merugikan salah satu pihak.

“Yang jelas itu nanti kami akan diskusi dengan OPD terkait bagaimana agar teman-teman itu nanti tidak berdampak,” ujar Gatut Sunu saat dikonfirmasi mengenai nasib pedagang di lokasi tersebut.

Menurut dia, pemkab bakal menyiapkan sarana pendukung yang memadai sebelum proses pembangunan fisik gedung kepolisian dimulai. Hal ini dilakukan agar aktivitas ekonomi masyarakat lokal tidak terganggu akibat adanya alih fungsi sebagian lahan pasar.

“Akan kita buat tempat yang lebih nyaman, sehingga teman-teman pedagang ini tetap bisa melaksanakan pekerjaan seperti hari-hari pada umumnya,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Tulungagung, Fajar Widariyanto menjelaskan bahwa langkah teknis yang akan diambil adalah dengan merelokasi pedagang ke tempat penampungan sementara (TPS). Lokasi penampungan itu dipastikan tidak jauh dari area pasar semula.

“Pedagang nanti akan dibuatkan TPS, tempat penampungan sementara, yang lokasinya ada di belakang pasar itu, sambil menunggu nanti pembangunan fisik konstruksi dari pasar tersebut selesai,” terangnya.

Fajar menambahkan, saat ini proyek sudah masuk dalam kalender kerja tahun ini. Meskipun sekarang masih dalam proses administratif dan penyusunan desain, ia memastikan pengerjaan fisik tidak akan menyeberang ke tahun depan.

“Sekarang masih tahap proses perencanaan,” jelasnya.

Berdasarkan data yang dihimpun, terdapat sekitar 41 pedagang yang terdampak langsung oleh penataan ini. Fasilitas yang akan dibangun mencakup 11 unit kios serta dua area los di bagian belakang untuk menampung seluruh pedagang yang ada.

Terkait kekuatan finansial proyek, Fajar menyebutkan bahwa anggaran telah disiapkan untuk mencakup keseluruhan proses, mulai dari penyediaan TPS hingga pembangunan bangunan permanen yang baru.

“Pagunya kemarin sekitar Rp 1,4 miliar. Berarti untuk pembangunan 11 kios terus los sama untuk pembuatan tempat penampungan sementara,” bebernya. (dit)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini