Beranda Uncategorized Waka BGN: SPPG Jangan Gunakan Mobil Operasional Untuk Belanja

Waka BGN: SPPG Jangan Gunakan Mobil Operasional Untuk Belanja

87

JAKARTA, KUBUS.ID – Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang mengingatkan para kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar tidak memakai mobil operasional untuk berbelanja atau urusan-urusan lain yang tidak berkaitan dengan Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Mobil operasional SPPG itu dipakai untuk mendistribusikan MBG ke sekolah-sekolah penerima manfaat dan posyandu, jangan dipakai untuk belanja, apalagi untuk urusan lain,” katanya dalam keterangan di Jakarta, Rabu.

Bagi SPPG yang masih menggunakan mobil operasional untuk berbelanja ke pasar, ia akan menghentikan sementara operasional SPPG itu.

Ia mengemukakan pentingnya kebersihan maupun higienitas mobil operasional SPPG yang harus dijaga dengan ketat.

Jika dipakai untuk berbelanja ke pasar, katanya, bisa dipastikan bahwa bahan baku pangan yang dibeli masih harus dibersihkan lagi.

“Kalau miitra memaksa untuk memakai mobil operasional SPPG untuk berbelanja atau urusan lain yang tidak berkaitan dengan distribusi MBG, kepala SPPG harus menolak dengan tegas. Saat berbelanja, pihak mitra atau pemasok yang harus mengupayakan kendaraan sendiri untuk mengangkut bahan pangan ke SPPG,” katanya.

Ketika bahan baku pangan yang dipasok pemasok sampai di SPPG pada sore hari, pengawas gizi, pengawas keuangan, dan asisten lapangan harus mengecek semua bahan baku pangan itu. Pengawas gizi harus mengecek kondisi, kualitas, dan juga kesegaran bahan pangan yang dibeli mitra dari para pemasok, serta apakah sesuai dengan menu yang dirancang pengawas gizi pada hari itu.

Pengawas keuangan juga harus mengecek apakah harga bahan pangan yang dibeli dan dipasok pemasok sesuai dengan harga eceran tertinggi, tidak ada penggelembungan harga, sesuai dengan anggaran yang dirancang pengawas keuangan, serta mengumpulkan kuitansi pembelian bahan baku itu. Sementara itu, asisten lapangan yang akan menimbang, dan mengukur volume bahan pangan yang datang, apakah sesuai dengan rencana.

“Kalau anda menemukan bahan baku sudah tidak layak, apalagi busuk, dan harganya di-mark up, jangan terima. Anda harus tegas, kembalikan kepada pemasok, dan minta yang baru,” katanya.

Pengecekan yang teliti dan keputusan yang tegas diperlukan pada saat krusial ini. Sebab, dalam beberapa kasus kejadian keamanan pangan yang dialami beberapa SPPG, sebenarnya saat penerimaan bahan baku sudah sempat terpantau kondisi bahan baku pangan yang kurang segar atau kurang baik.

Namun, asisten lapangan yang bertugas menerima bahan baku pangan tidak berani bertindak tegas. Dengan tiga pengelola dapur MBG yang bertugas dengan teliti dan tegas, diharapkan keamanan pangan di SPPG terjaga dengan baik. (antara-ikj)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini