Beranda Jawa Timur BPBD Tulungagung Siagakan 50 Tandon Air Antisipasi Kekeringan di 20 Desa

BPBD Tulungagung Siagakan 50 Tandon Air Antisipasi Kekeringan di 20 Desa

63
BPBD Tulungagung

TULUNGAGUNG, KUBUS.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tulungagung menyiagakan puluhan tandon air bersih guna mengantisipasi ancaman kekeringan tahun ini. Langkah ini diambil menyusul hasil pemetaan wilayah yang menunjukkan puluhan desa masuk kategori rawan krisis air.

Kalaksa BPBD Kabupaten Tulungagung, Sudarmaji menyatakan bahwa jajarannya bergerak cepat melakukan persiapan sejak dini guna menjamin pasokan logistik air bersih terdistribusi dengan baik sesuai instruksi dari kepala daerah.

“Untuk kekeringan, memang kita dari BPBD sudah sesuai dengan perintah Bapak Bupati, kita harus siap dari awal,” ujar Sudarmaji.

Pihak BPBD saat ini menyediakan sebanyak 50 unit penampung air dengan kapasitas masing-masing mencapai 1.200 liter. Jumlah armada tandon tersebut dipastikan bisa bertambah secara fleksibel apabila kondisi di lapangan menunjukkan eskalasi dampak kekeringan yang lebih luas.

“Nah, itu tujuannya nanti kita punya tandon 50. Kalau memang nanti dirasa kurang, nanti kita bisa menambah lagi,” ucapnya.

Berdasarkan data pemetaan terbaru, potensi krisis air bersih tahun ini membayangi 20 desa yang tersebar di 9 kecamatan. Wilayah rawan tersebut meliputi Desa Joho, Banyuurip, dan Kalibatur di Kecamatan Kalidawir. Desa Besuki, Besole, dan Keboireng di Kecamatan Besuki. Desa Kalidawe dan Demuk di Kecamatan Pucanglaban.

Potensi serupa juga mengancam Desa Campurdarat di Kecamatan Campurdarat. Desa Sumberagung di Kecamatan Rejotangan. Serta Desa Kresikan, Pakisrejo, dan Tenggarejo di Kecamatan Tanggunggunung.

Selain itu, kerawanan terdeteksi di Desa Sukoharjo dan Sebalor di Kecamatan Bandung. Desa Mulyosari, Pagerwojo, dan Samar di Kecamatan Pagerwojo. Hingga Desa Notorejo dan Blendis di Kecamatan Gondang.

Meski pemetaan menunjukkan puluhan titik rawan, Sudarmaji menjelaskan bahwa hingga awal musim kemarau ini belum ada satu pun pemerintah desa yang mengirimkan surat permohonan bantuan distribusi air bersih maupun sarana penampung.

“Belum, belum ada, belum ada, sampai sekarang,” terangnya.

Penurunan potensi keparahan kekeringan di beberapa wilayah selatan juga terbantu oleh masifnya pembangunan sumur bor pada tahun sebelumnya. Infrastruktur air bersih yang diinisiasi oleh jajaran Kodim dan Polres Tulungagung tersebut dilaporkan masih berfungsi optimal secara keseluruhan berdasarkan laporan berkala dari para camat.

“Berfungsi. Sementara ini dari Pak Camat kemarin saya dapat informasi,” kata dia.

Selain menyiagakan tandon air, BPBD Tulungagung juga telah menyiapkan bantuan logistik lain berupa anyaman kawat bronjong untuk mengantisipasi potensi kedaruratan infrastruktur akibat dampak iklim di beberapa kawasan pegunungan.

“Bronjong. Sudah siapkan,” jelasnya. (dit)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini